Toriqoh Sebagai Jalan Memperbaiki Hati

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Mudzir 'ali Idaroh Aliyah JATMAN, Ali Maskur Musa, menyampaikan tausiah pada kegiatan Rapat Kerja (Raker) JATMAN Idaroh Syu’biyah Banyumas yang digelar di Bukit Tahlil, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Jumat (19/12)

Dalam tausiahnya, Ali Maskur Musa menegaskan bahwa toriqoh merupakan jalan spiritual untuk memperbaiki hati manusia agar selamat dunia dan akhirat, serta menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Menurutnya, inti perjalanan toriqoh terdiri dari tiga tahapan utama, yakni takholli (mengosongkan diri dari sifat tercela), tahalli (menghias diri dengan sifat terpuji), dan tajalli (terbukanya cahaya ilahi dalam hati).

“Toriqoh bukan sekadar ritual, tetapi proses pembinaan hati agar bersih, selamat, dan semakin dekat dengan Allah SWT,” jelasnya di hadapan para peserta raker.

Sementara itu, Mudzir Idaroh Syu’biyah JATMAN Banyumas, Muslim Samani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat. Ia menjelaskan bahwa selain rapat kerja dan pengajian, kegiatan ini juga diisi dengan istighotsah bersama sebagai ikhtiar batin agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan lancar serta memperoleh ridha Allah SWT.

“Kami berharap apa yang dicita-citakan JATMAN Banyumas dapat tercapai dengan keberkahan dan pertolongan Allah,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Saridin, turut memberikan sambutan. Ia berharap pelaksanaan raker ini berjalan sukses dan mampu melahirkan program-program yang bermanfaat bagi umat.

“Terima kasih atas doa-doa yang terus dipanjatkan sehingga Banyumas tetap adem, sejuk, dan tingkat kerukunan umat beragama terjaga dengan baik. Kami mohon JATMAN terus membimbing umat agar selamat, karena tugas kita bersama adalah menyiapkan generasi umat masa depan,” pungkasnya.

Kegiatan Raker JATMAN Idaroh Syu’biyah Banyumas ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, sebagai wujud sinergi ulama dan pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan yang harmonis dan berkelanjutan.