Turut Berduka, Guru dan Siswa MTs Nurul Iman Cikembulan Bertakziah atas Wafatnya Ibunda Kyai Rokhmat
Oleh kemenag Banyumas1
Banyumas - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar MTs Nurul Iman Cikembulan atas wafatnya Eyang Karsih binti Jayawikrama, yang merupakan ibunda dari Rokhmat, Ketua Yayasan Nurul Iman. Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terakhir, jajaran guru bersama siswa-siswi MTs Nurul Iman Cikembulan turut hadir melaksanakan takziah ke kediaman keluarga yang berduka. Senin (21/09)
Kabar wafatnya Eyang Karsih diterima dengan penuh rasa kehilangan oleh seluruh civitas madrasah, mengingat kedekatan hubungan antara almarhumah dengan lingkungan Yayasan Nurul Iman yang menaungi MTs Nurul Iman Cikembulan. Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas, para guru bersama siswa menyempatkan diri untuk hadir langsung memberikan penghormatan terakhir serta mendoakan almarhumah.
Kegiatan takziah yang dilakukan oleh guru dan siswa MTs Nurul Iman Cikembulan ini merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai ukhuwah islamiyah yang senantiasa ditanamkan di lingkungan madrasah. Dalam ajaran Islam, mendatangi keluarga yang berduka untuk menyampaikan belasungkawa dan turut mendoakan yang telah berpulang merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan, sekaligus menjadi sarana untuk saling menguatkan di antara sesama muslim ketika menghadapi musibah kehilangan.
Kehadiran rombongan dari MTs Nurul Iman Cikembulan dalam prosesi takziah ini juga menjadi wujud penghormatan dan rasa terima kasih madrasah kepada keluarga Kyai Rokhmat, yang selama ini dikenal memiliki peran besar sebagai Ketua Yayasan Nurul Iman, lembaga yang menaungi berdirinya MTs Nurul Iman Cikembulan. Kedekatan emosional antara madrasah dan keluarga yayasan membuat momen ini menjadi begitu bermakna, tidak hanya sebagai formalitas belasungkawa, tetapi juga sebagai wujud nyata kekeluargaan yang telah terjalin selama ini.
"Kami turut berduka atas wafatnya Eyang Karsih. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini," ujar salah satu perwakilan guru yang turut hadir dalam prosesi takziah tersebut.
Keikutsertaan siswa dalam kegiatan takziah ini juga memberikan makna tersendiri sebagai bagian dari pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu dapat diperoleh di dalam kelas. Melalui momen ini, siswa diajarkan untuk memahami pentingnya empati, kepedulian sosial, serta bagaimana adab dan tata cara yang baik dalam mendatangi keluarga yang sedang berduka sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Kehadiran langsung di tengah momen duka semacam ini juga menjadi pengingat bagi siswa mengenai hakikat kehidupan yang bersifat sementara, serta pentingnya senantiasa mempersiapkan diri dengan amal dan kebaikan selama hidup di dunia. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam dalam diri siswa, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter yang religius dan berempati terhadap sesama.
Seluruh keluarga besar MTs Nurul Iman Cikembulan menyampaikan doa terbaik bagi almarhumah Eyang Karsih binti Jayawikrama, semoga segala amal ibadah semasa hidupnya diterima oleh Allah SWT, serta diampuni segala kesalahan dan kekhilafannya. Kepada Kyai Rokhmat beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan, MTs Nurul Iman Cikembulan turut menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya, dengan harapan keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi ujian kehilangan ini.
Momen takziah ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh civitas MTs Nurul Iman Cikembulan untuk terus menjaga dan mempererat tali silaturahmi, baik dalam suka maupun duka, sebagai bagian dari nilai kekeluargaan yang telah lama terbangun antara madrasah, yayasan, dan lingkungan sekitarnya.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran. Aamiin.
