HUT RI #81

Peringati Hari Santri 2026 di Alun-Alun Purwokerto, Kemenag Banyumas Siap Kawal Peran Santri Menuju Indonesia Emas

HUMAS
HUMAS
23 Okt 2026
16x dibaca
SHARE

Banyumas - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, beserta jajarannya menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Alun-Alun Purwokerto. Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memimpin langsung jalannya peringatan yang berlangsung khidmat tersebut. Kamis (22/10)

Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala instansi pusat, pimpinan ormas Islam, Aparatur Sipil Negara (ASN), para santri, serta para siswa sekolah dan madrasah.

Dalam amanatnya, Bupati Banyumas membacakan pidato resmi Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang mengangkat tema nasional "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Disampaikan dalam amanat tersebut bahwa peringatan Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 silam. Semangat perjuangan tersebut terbukti mampu menggerakkan perlawanan rakyat hingga mencapai puncaknya pada peristiwa 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

"Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia," demikian petikan amanat Menteri Agama yang dibacakan oleh Bupati Banyumas.

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045, para santri harus mengambil peran penting dan tidak boleh membatasi diri. Santri memiliki peluang untuk menjadi apa saja—mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa—dengan senantiasa menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menteri Agama juga menyoroti komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang kini telah menghadirkan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Kehadiran unit eselon I khusus ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah dalam memperkuat tiga fungsi utama pesantren, yakni di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat guna menjawab tantangan zaman.

Menutup rangkaian amanat, ditegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar milik kaum santri semata, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan cinta tanah air (hubbul wathan minal iman). Upacara di Alun-Alun Purwokerto ini ditutup dengan semangat bersama menggelorakan yel-yel Hari Santri 2026 demi mewujudkan masa depan bangsa yang gemilang.