Wujudkan Generasi Temata, Kemenag Banyumas Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menggelar Pembinaan dan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di D'Garden Resto. Acara ini diikuti oleh para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan bertujuan untuk menyiapkan generasi yang "TEMATA" (Tertata, Dewasa, dan Halus Perasaannya). Selasa (26/08)
Kepala Kantor Kemenag Banyumas, H. Ibnu Asaddudin, yang baru pulang dari menghadiri penyerahan Penghargaan Penais Award oleh Menteri Agama di Jakarta mensitir Al Hikam tentang Cinta, bahwa Cinta sejati kita kepada sesama adalah bukan kita mendapatkan apa tapi justru kita mampu rela berkorban demi yang guru siswa cintai menjadi jauh lebih siap menghadapi kehidupan. “Jika kita mencintai mereka niscaya mereka akan menghadirkan cinta kepada kita dan alam semesta”. Saat hubungan semua sudah penuh kasih maka semua agenda target bukan hanya akan mampu dilalui tapi justru akan mampu dilompati. Dengan cinta maka kebersamaan akan terwujud, dengan kebersamaan maka prestasi akan mudah diraih, dengan prestasi maka kita akan mampu membawa guru, siswa dan umat menjadi yang terbaik di tengah geliat dunia yang semakin kompetitif" ungkapnya.
Ketua KKM MI Kabupaten Banyumas, H. Sabar Munanto, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para guru dapat mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan deep learning dan semangat tanggap terhadap perubahan yang sangat cepat.
Dalam sosialisasi tersebut, berbagai narasumber hadir untuk memaparkan "Kurikulum Cinta" dari sudut pandang yang berbeda. Kasubag TU, Edi Sungkowo, menyampaikan wujud cinta dengan menyediakan perumahan bagi keluarga besar Kemenag. Sementara itu, Kasi Pendma, Fauzi, menekankan pentingnya cinta dalam mencetak SDM unggul untuk mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia. Gara Zawa, Saridin, menyuarakan pentingnya wakaf produktif sebagai bentuk cinta kepada sesame. Naufi Varchach menyoroti pentingnya cinta pada kesehatan fisik dan keuangan. Dari BNN Banyumas, Wicky menyampaikan pentingnya cinta dalam menjaga keluarga dari bahaya narkoba. Pengawas Madrasah, Amin Yuhdi, menutup dengan pentingnya cinta dalam pembelajaran yang lebih mendalam melalui pendekatan Deep Learning.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh warga madrasah dapat bergerak bersama untuk menjadi "pemenang kehidupan" dengan terus berinovasi dan menghadirkan cinta dalam setiap langkah.
