Wujudkan Madrasah Sehat Jiwa, PMR Lasparaja MTs N 2 Banyumas Ikuti Orientasi P3LP dari Puskesmas 1 Tambak
Oleh MTSN2 Banyumas
Banyumas (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan, MTs N 2 Banyumas bekerja sama dengan Puskesmas 1 Tambak menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Sekolah. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat madrasah ini diikuti dengan antusias oleh para murid yang tergabung dalam anggota PMR LASPARAJA. Selasa (05/05)
P3LP sendiri merupakan bantuan psikologis paling dasar dan sederhana bagi individu yang mengalami kejadian berat guna mencegah masalah kesehatan jiwa yang lebih serius. Melalui bimbingan dan pemaparan dari tim petugas Puskesmas 1 Tambak, para murid diajarkan prinsip utama P3LP, yaitu 3L (Look, Listen, Link) atau Memperhatikan, Mendengarkan, dan Menghubungkan.
Kepala MTs N 2 Banyumas, Atik Restusari, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran teman sebaya dalam menjaga kesehatan mental. "Kami ingin setiap murid yang ikut dalam ektra kulikuler PMR memiliki kepekaan untuk memberikan rasa aman dan menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi saat ada teman atau murid lain yang sedang mengalami tekanan emosional," ujar Atik.
Senada dengan hal tersebut, Waka Humas MTs N 2 Banyumas, Sumarno, menambahkan bahwa literasi kesehatan jiwa sangat krusial di masa remaja. "Kegiatan ini membekali murid agar mampu melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku kawan-kawannya, sehingga jika ditemukan indikasi masalah yang berat, mereka tahu ke mana harus menghubungkan bantuan tersebut," jelas Sumarno.
Selain pembekalan bagi murid, kegiatan ini juga mencakup aksi nyata bagi kesehatan tenaga pendidik. Tim Puskesmas 1 Tambak melaksanakan pengecekan kesehatan berkala bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs N 2 Banyumas. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tensi darah dan pengecekan kadar gula darah sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular.
Melalui program ini, diharapkan anggota PMR Lasparaja dapat menjadi penolong pertama (first aider) yang mampu memberikan dukungan psikososial dasar bagi murid di sekolah. Dengan demikian, lingkungan madrasah tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi tempat yang aman dan mendukung pertumbuhan kesehatan jiwa seluruh warganya. (Ning/twm)
