Cegah Korupsi, Peran Penghulu Dioptimalisasikan
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas - Dua penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen, Apriliyanto dan Galih Lukman Hakim, turut ambil bagian dalam acara Safari Keagamaan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kementerian Agama. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu pagi pukul 08.00 WIB di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Dukuh Waluh, Kabupaten Banyumas. Rabu (15/04)
Acara yang dihadiri oleh Pimpinan KPK, Pejabat di Kankemenag Kabupaten Banyumas, tokoh agama dan masyarakat dari seluruh wilayah Kabupaten Banyumas ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara aparat keagamaan dan masyarakat dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemahaman bersama bahwa integritas dan kejujuran merupakan nilai fundamental dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat.
Penghulu sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan memiliki peranan penting dalam membangun karakter masyarakat yang berintegritas. Apriliyanto dan Galih Lukman Hakim, sebagai penghulu yang memiliki pengalaman luas dalam mengurus berbagai aspek perkawinan dan administrasi keagamaan, menyatakan bahwa mereka selalu berupaya menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada pasangan yang akan menikah maupun keluarga mereka.
"Kami sadar bahwa pengaruh kami cukup besar dalam membentuk moral dan akhlak masyarakat. Oleh karena itu, kami harus menjadi contoh teladan yang jujur dan berintegritas," ujar Apriliyanto saat ditemui usai acara. Ia menambahkan, kegiatan seperti ini sangat penting agar penghulu tidak hanya menjalankan tugas administratif semata tetapi juga mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
KPK sendiri telah lama menginisiasi berbagai program edukasi anti-korupsi yang menitikberatkan pada pendekatan budaya dan agama. Dalam acara ini, mereka menegaskan bahwa nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab merupakan ajaran utama agama yang sejalan dengan upaya memberantas korupsi.
“Agama mengajarkan kita untuk selalu jujur dan amanah. Jika kita menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, insya Allah budaya anti-korupsi akan tertanam kuat di hati masyarakat,” kata Deputi Pencegahan KPK saat memberi sambutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama yang menyampaikan materi tentang pentingnya peran ulama dan tokoh agama dalam memerangi korupsi di tingkat lokal maupun nasional. Mereka berharap para peserta dapat menjadi duta anti-korupsi di komunitas masing-masing
Sejak digagas beberapa tahun lalu, program Safari Keagamaan KPK terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi serta memperkuat komitmen bersama untuk mencegahnya. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan partisipasi tokoh agama dan masyarakat dalam berbagai kampanye anti-korupsi di Banyumas.
Ketua Pengurus Ponpes Darussalam, menyambut baik kegiatan ini. Menurut beliau, pesan-pesan moral yang disampaikan mampu memperkuat pondasi etika santri dan warga sekitar ponpes. "Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti hari ini saja, tetapi terus berlanjut sebagai bagian dari pendidikan karakter bangsa," tuturnya.
Partisipasi Apriliyanto dan Galih Lukman Hakim dalam Safari Keagamaan KPK menunjukkan komitmen nyata para penghulu dalam mendukung gerakan nasional melawan korupsi melalui pendekatan berbasis keagamaan. Dengan sinergi antara aparat keagamaan dan lembaga antirasuah serta dukungan masyarakat Banyumas yang semakin solid, upaya pencegahan tindak pidana korupsi di wilayah ini diyakini akan semakin efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan perubahan positif demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas. (@)
