Enam Pasang Catin Ikuti Bimwin KUA Cilongok, Jangan Cuma Siap Tanggal Nikah, Tapi Siap Juga Hadapi Sikap Pasangan
Cilongok – Menikah memang bisa direncanakan, gedung bisa dipesan, undangan bisa disebar, bahkan baju pengantin bisa dipilih jauh-jauh hari. Namun, sudahkah calon pengantin benar-benar siap menghadapi kehidupan setelah akad nikah? Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri yang digelar KUA Cilongok, dengan diikuti enam pasangan calon pengantin (catin). Kamis (05/11)
Kegiatan ini menghadirkan tiga Penyuluh Agama Islam KUA Cilongok, yakni Sudiro, Siti Juariyah, dan Mokhamad Faizin. Ketiganya memberikan pembekalan seputar kehidupan rumah tangga sebagai bekal bagi para catin sebelum memasuki gerbang pernikahan. Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif agar calon pengantin tidak hanya memahami makna pernikahan secara teori, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan berkeluarga.
Melalui Bimwin ini, para catin diajak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar tentang menemukan seseorang yang dicintai, melainkan juga belajar menerima perbedaan, membangun komunikasi, saling menghargai, serta menjalankan tanggung jawab bersama. Sebab, setelah pesta selesai dan tamu pulang, kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya justru baru dimulai.
Pesan yang ingin ditanamkan sederhana, tetapi penting: jangan hanya sibuk mempersiapkan hari pernikahan, sementara lupa mempersiapkan ilmu untuk menjalani kehidupan setelahnya. Karena menikah bukan perlombaan siapa paling romantis saat pacaran, melainkan perjalanan panjang dua insan untuk saling menguatkan dalam suka maupun duka.
Melalui kegiatan Bimwin Mandiri, KUA Cilongok terus berupaya menghadirkan layanan bimbingan perkawinan sebagai bagian dari ikhtiar membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Harapannya, enam pasangan catin yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya pulang membawa pengetahuan, tetapi juga kesiapan dan kesadaran bahwa rumah tangga yang kuat dibangun dengan ilmu, komitmen, komunikasi, dan kerja sama.
