KPK Gandeng Kemenag Banyumas Gelar Safari Keagamaan Antikorupsi
Oleh HUMAS
Banyumas – Dalam upaya memperkuat integritas moral dan pencegahan korupsi sejak dini, KPK bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi di Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh. Rabu (15/04)
Kegiatan ini mengusung tema " Peran Serta Tokoh Agama, Pemuka Agama, Pendidik Keagamaan, dan Santri dalam Mewujudkan Kabupaten Banyumas Bebas dari Korupsi." Acara tersebut dihadiri oleh ASN Kemenag Banyumas, pengasuh pondok pesantren, santri dan mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ibnu Asaddudin, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan keagamaan harus menjadi benteng pertahanan utama melawan perilaku koruptif. "Pondok pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama secara tekstual, melainkan laboratorium akhlak. Melalui Safari Antikorupsi ini, kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai kejujuran dan amanah. Korupsi adalah musuh bersama yang merusak sendi-sendi keadilan, dan tokoh agama memiliki peran krusial sebagai teladan moral di tengah masyarakat untuk mencegah praktik tersebut," ujar Kepala Kantor.
Hadir sebagai narasumber utama, Ibnu Basuki Widodo, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memberikan paparan mendalam mengenai urgensi keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Dalam pernyataannya, Ibnu menekankan bahwa pendekatan hukum saja tidak cukup untuk memberantas korupsi hingga ke akarnya. Diperlukan pendekatan nilai yang kuat dari sisi keagamaan.
"Pencegahan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tapi tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat" tegas Ibnu dalam paparannya.
Kegiatan ini menekankan pentingnya penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam setiap aspek pekerjaan sehari-hari di lingkungan Kementerian Agama. Selain fokus pada integrasi nilai, para peserta juga diberikan edukasi mendalam mengenai cara mengidentifikasi celah-celah korupsi serta langkah preventif strategis yang dapat diambil untuk menutup potensi penyelewengan tersebut. Sebagai puncaknya, kegiatan ini diharapkan mampu memicu sebuah gerakan moral yang kuat untuk menjadi teladan nyata dalam kejujuran dan integritas di lingkungan masyarakat masing-masing.
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta dengan tim KPK, yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat integritas bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas.
