Lantunan Ayat Suci Ditepian Senja: Tradisi Ngaji Sorogan di Mushola Kedung Santen

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh – Suasana khusyuk menyelimuti Mushola Kedung Santen, Desa Selandaka, setiap kali fajar menyingsing hingga matahari terbenam. Bukan tanpa alasan, Mushola ini menjadi saksi bisu istiqomahnya santri Majelis Taklim (MT) An Najah dalam merawat tradisi literasi Al-Qur’an melalui metode ngaji sorogan. Rabu (15/04)

Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap hari setelah salat Maghrib berjamaah ini diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama. Suara merdu para santri yang melantunkan asma-asma Allah menciptakan atmosfer yang menenangkan sebelum mereka memulai setoran hafalan dan bacaan.

Di bawah asuhan Penyuluh Agama Islam, Laeli Najihah, MT An Najah menerapkan metode sorogan yang adaptif. Setiap santri mendapatkan bimbingan privat sesuai dengan tingkatannya masing-masing:

  • Tingkat Pemula: Fokus pada pengenalan huruf dan kelancaran membaca menggunakan metode Iqro’.

  • Tingkat Lanjutan: Fokus pada tadarus Al-Qur’an dengan penekanan pada makharijul huruf.

  • Materi Sisipan: Di sela-sela setoran, Ibu Laeli Najihah memberikan materi tajwid secara langsung. Hal ini bertujuan agar santri tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memahami hukum-hukum bacaan seperti idgham, ikhfa, dan panjang-pendeknya nada (mad).

Laeli Najihah menekankan bahwa metode sorogan adalah cara terbaik untuk memastikan kualitas bacaan santri. "Dengan sorogan, guru bisa menyimak secara detail setiap kata yang diucapkan santri. Jika ada kesalahan tajwid, saat itu juga langsung diperbaiki. Jadi, pemahaman tajwidnya tidak hanya teori, tapi langsung praktik," ujar beliau di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini menjadi oase spiritual bagi masyarakat sekitar Kedung Santen. Selain menjadi sarana belajar agama, rutinitas ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui ibadah berjamaah yang konsisten. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Desa Selandaka tumbuh menjadi pribadi yang qur’ani dan memiliki pemahaman agama yang kokoh.