Menggali Makna Istri Salehah sebagai Cahaya Keluarga
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Dalam rangka memperkokoh fondasi rumah tangga umat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menggelar bimbingan penyuluhan tatap muka di Majelis Taklim Darussalam, Grumbul Bulurempag, Desa Pengadegan. Kegiatan rutin yang dihadiri oleh puluhan jemaah ibu-ibu ini mengusung tema bidang keluarga sakinah yang sangat mendalam, yaitu "Istri Salehah sebagai Cahaya bagi Suami dan Keluarga". Kehadiran penyuluh di tengah-tengah masyarakat pelosok pegunungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi keagamaan praktis sekaligus penguatan mental spiritual dalam menghadapi tantangan domestik di era modern. Senin (08/06)
Suasana di dalam majelis taklim tampak begitu khidmat dan penuh antusias saat materi mulai dipaparkan. Fokus penyuluhan kali ini membedah karakteristik istri salehah secara tekstual dan kontekstual, di mana sosok istri tidak hanya dipandang sebagai pendamping, melainkan pilar utama penentu suasana batin di dalam rumah. Melalui bimbingan ini, para jemaah diajak untuk merefleksikan kembali peran mereka dalam menghadirkan kedamaian, ketenteraman (sakinah), serta kasih sayang yang tulus demi keharmonisan bahtera rumah tangga.
Joharulloh, selaku Penyuluh Agama Islam KUA Wangon yang melaksanakan bimbingan tersebut, menjelaskan bahwa peran seorang istri salehah laksana lentera di dalam kegelapan rumah tangga. Beliau menekankan pentingnya sifat qana’ah (merasa cukup), kesabaran, dan ketaatan yang proporsional sebagai modal utama untuk memancarkan energi positif kepada suami dan anak-anak, sehingga rumah tangga tidak mudah goyah oleh badai ujian ekonomi maupun sosial.
"Seorang istri yang salehah adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya dan tempat bernaung yang paling menyejukkan bagi suaminya. Ketika seorang istri mampu menjaga lisan, merawat kehormatan diri, dan rida terhadap nafkah suami, ia sedang memancarkan cahaya kesalehan yang akan menarik keberkahan langit ke dalam rumahnya. Mari kita jadikan momentum ini untuk terus belajar memperbaiki akhlak di dalam rumah," ujar Joharulloh dalam penyuluhannya.
Materi yang disampaikan secara dialogis dan menyentuh hati ini mendapat respons yang sangat positif dari para peserta yang hadir. Solikhati, salah seorang jemaah aktif Majelis Taklim Darussalam Bulurempag, mengungkapkan rasa syukur dan keterkesanannya atas bimbingan yang diberikan oleh pihak KUA Wangon. Baginya, penjelasan yang gamblang dan relevan dengan kehidupan sehari-hari ini menjadi pengingat berharga bagi dirinya pribadi untuk lebih sabar dan bersyukur dalam mengurus rumah tangga.
"Penyuluhan dari Mas Joharulloh benar-benar menyejukkan hati kami para ibu di Bulurempag ini. Kadang kita sebagai istri masih suka mengeluh atau kurang sabar menghadapi anak dan suami. Lewat penyuluhan keluarga sakinah ini, kami diingatkan kembali bahwa menjadi istri salehah itu adalah ladang ibadah yang luar biasa, dan senyuman serta keikhlasan kita di rumah bisa menjadi cahaya ketenteraman untuk seluruh keluarga," ungkap Solikhati penuh semangat usai acara. (jhr)
