Simpul Senyum Penghulu dan Sepasang Buku Nikah
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Suasana tegang yang sempat menyelimuti, seketika mencair dan berubah menjadi haru bahagia. Detik-detik mendebarkan tersebut berganti dengan kelegaan luar biasa setelah saksi dan para hadirin serempak menyerukan kata "Sah" usai prosesi ijab qabul. Di depan meja akad, sang penghulu yang memimpin jalannya syariat tersebut langsung memberikan simpul senyum hangat, menandai resminya sebuah ikatan rumah tangga yang baru. Senin (08/06)
Ketegangan yang sebelumnya tampak jelas di wajah pasangan pengantin, Sukron dan Sinta, seketika sirna. Senyum merekah pun tak dapat disembunyikan dari wajah kedua mempelai saat penghulu mengambil sepasang buku nikah dari meja. Dokumen beralur hijau tua itu diserahkan secara langsung oleh penghulu sebagai bukti legalitas hukum formal sekaligus simbol dimulainya bahtera rumah tangga mereka yang suci.
Rasa syukur dan bahagia yang membuncah pun diungkapkan oleh pasangan pengantin baru ini. Bagi Sukron dan Sinta, momen penyerahan buku nikah dengan keramahan khas dari pihak KUA menjadi sebuah memori indah yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup. Senyuman dari penghulu seolah menjadi restu dan energi positif tersendiri bagi mereka yang baru saja mengemban tanggung jawab baru.
"Awalnya saya gemetar sekali saat berhadapan dengan meja akad, rasanya sangat tegang. Namun, begitu selesai dan melihat Pak Penghulu tersenyum ramah sambil menyerahkan buku nikah ini, rasanya semua beban langsung plong. Buku nikah ini menjadi hadiah paling berharga bagi awal perjalanan hidup kami berdua," ungkap Sukron didampingi Sinta dengan mata berkaca-kaca menahan haru.
Sementara itu, Fairuz Malaya, selaku Penghulu KUA Wangon yang memimpin jalannya pernikahan tersebut, menjelaskan bahwa memberikan pelayanan yang ramah dan menyejukkan adalah prinsip utama. Baginya, simpul senyum saat menyerahkan buku nikah bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah bentuk doa, apresiasi, dan pesan tersirat agar pasangan baru tersebut selalu membangun rumah tangga dengan penuh cinta dan kebahagiaan.
"Buku nikah yang kami serahkan hari ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan benteng hukum dan legalitas suci bagi perjalanan ibadah terpanjang Sukron dan Sinta. Lewat senyuman, kami ingin menyalurkan energi positif agar pasangan baru ini senantiasa mengingat momen sakral ini dan mampu membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," pungkas Fairuz Malaya di akhir prosesi. (jhr)
