Pesan Takwa dan Istiqamah dalam Kajian Hadis Arbain ke-28 di Masjid Besar Baitul Mukminin Kebasen
Oleh KUA kebasen
Kebasen – Selepas jamaah melaksanakan salat Dhuhur, para jamaah tetap mengikuti Kajian Rutin Hadis Arbain Nawawi, yang kini telah memasuki pembahasan hadis ke-28. Hadir sebagai narasumber, Burhanul Ma’arif, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kebasen. Dalam uraiannya, beliau membedah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu, sebuah hadis yang dikenal mengandung wasiat-wasiat perpisahan yang sangat menyentuh hati dari Rasulullah. Rabu (15/04)
Dalam pemaparannya, Burhanul Ma’arif menekankan beberapa pesan kunci yang terkandung dalam hadis tersebut, di antaranya:
- Ketakwaan sebagai Fondasi: Wasiat utama Rasulullah adalah bertaqwa kepada Allah dalam segala kondisi.
- Ketaatan kepada Pemimpin: Kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin selama tidak dalam kemaksiatan, demi menjaga persatuan umat.
- Berpegang Teguh pada Sunnah: Di tengah banyaknya perselisihan dan pemikiran yang menyimpang, umat Islam diminta untuk menggenggam erat Sunnah Nabi dan Sunnah Khulafaur Rasyidin sekuat "gigi geraham."
- Menghindari Perkara Baru (Bid’ah): Peringatan untuk tetap berada di atas jalan syariat yang murni dan tidak mengada-ada dalam urusan agama.dijelaskan bahwa
"Hadis ini adalah bekal untuk menghadapi akhir zaman. Kuncinya adalah istiqamah di atas jalan yang telah digariskan Rasulullah, meskipun tantangan zaman semakin berat,
Kajian rutin bakda Dhuhur ini merupakan program unggulan Masjid Besar Baitul Mu’minin Kebasen dalam rangka meningkatkan literasi agama masyarakat. Partisipasi jamaah terlihat aktif, ditandai dengan sesi tanya jawab yang interaktif mengenai penerapan ketaatan dan adab dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, berharap agar masyarakat Kebasen senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan sunnah dan menjaga kerukunan di bawah bimbingan para ulama dan penyuluh agama.
