HUT RI #81

12 Spesialisasi Penyuluh Agama Jadi Tema Bimluh MT Al Istiqomah Wangon

K
KUA Wangon
13 Okt 2026
6x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 14-10-2026 11:56
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan bersama jamaah Majelis Taklim (MT) Al Istiqomah Wangon dengan mengangkat tema “12 Spesialisasi Penyuluh Agama”. Materi ini disampaikan untuk mengenalkan beragam bidang tugas dan kompetensi penyuluh agama dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami peran penyuluh dalam mendampingi umat serta mendukung kehidupan beragama yang harmonis. Selasa (13/10)

Dalam penyampaian materi, jamaah diajak memahami bahwa penyuluh agama memiliki peran yang luas, tidak hanya menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga melakukan pembinaan keluarga, pemberdayaan masyarakat, serta pendampingan dalam berbagai persoalan sosial dan keagamaan. Berbagai spesialisasi tersebut menjadi bekal bagi penyuluh untuk memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok binaan. Dengan demikian, keberadaan penyuluh diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sarif, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa pemahaman tentang spesialisasi penyuluh agama penting agar masyarakat mengetahui beragam bentuk pelayanan dan pendampingan yang dapat diberikan. “Penyuluh agama hadir bukan hanya untuk menyampaikan materi keislaman, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman agama dan menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Melalui tema 12 Spesialisasi Penyuluh Agama ini, kami berharap jamaah semakin mengenal peran penyuluh dan dapat memanfaatkan bimbingan yang tersedia,” ungkap Sarif.

Jamaah MT Al Istiqomah Wangon menyambut baik materi yang disampaikan karena menambah wawasan mengenai tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam. Kegiatan Bimluh juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengetahuan, serta meningkatkan semangat belajar agama secara berkelanjutan. Jamaah berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar masyarakat memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih luas dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Bimluh bertema “12 Spesialisasi Penyuluh Agama”, KUA Wangon terus berupaya memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui kegiatan majelis taklim. Sinergi antara penyuluh dan jamaah diharapkan mampu mendorong terbentuknya masyarakat yang religius, rukun, dan peduli terhadap sesama. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen penyuluh agama untuk terus hadir, belajar, dan mengabdi demi kemaslahatan umat.(srf)