139 Guru Madrasah Terima Sertifikat Pendidik Profesional

Oleh HUMAS
SHARE

 

Purwokerto : 139  guru RA, MI, MTs , MA se Kabupaten Banyumas menerima sertifikat pendidik profesional yang lulus tahun 2021. Penyerahan secara simbolis ini diberikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas  Aziz Muslim , S.Ag, M.Pd.I yang didampingi oleh Kasi Pendma Edi Sungkowo, M.Pd terhadap 18 perwakilan dari  18  ( Lembaga  Penyelenggara Tenaga Kependidikan (LPTK), bertempat di aula Al Ikhlas, Rabu (6/05)

Ke 139 guru penerima sertifikat tersebut terdiri dari 5 PNS dan  134 Non PNS yang telah menyelesaikan pendidikan keprofesian di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan lulus di tahun 2021.  Diharapkan kepada para guru untuk selalu meningkatkan kompetensi.

“ Pemberian sertifikat ini berkat komunikasi yang baik antara kepala kantor agar tunjangan jangan sampai terhambat, maka beliau selalu menyampaikan pelayanan terhadap semua umat beragama, salah satunya adalah guru yang sangat kami banggakan. Jumlah yang lulus PPG Tahun 2021 adalah 139 guru yang tersebar di 18 perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini beruntung karena pemberian sertifikat tidak ditempat pendidikan, pelaksanaan kuliah 100 % dilakukan secara daring  hal ini dilakukan karena pada saat pelaksanaan kuliah masih dalam suasana pandemi Covid 19 .” Terang Edi

“18 LPTK tersebut adalah IAIN Bukittinggi 5 orang, IAIN Palu 1 orang, IAIN Pekalongan 13 orang, IAIN Salatiga 10 orang, IAIN Sultan Amai Gorontalo 5 orang, IAIN Surakarta 5 orang, IAIN Syekh Nurjati Cirebon 4 orang, UIN SAIZU Purwokerto 31 orang, UIN Mas Said Surakarta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten 2 orang,UIN Sunan Kalijaga 19 orang, UIN Syarif Hidayatullah 5 orang, UIN Walisongo Semarang 13 orang, UNISMA Malang 1 orang, Universitas Muhammadiyah Malang 4 orang, Universitas Negeri Jakarta 7 orang, Universitas Negeri Medan 3 orang , UNY Yogyakarta 9 orang. “ terangnya lebih lanjut.

Dalam sambutannya Kakan Kemenag Banyumas Aziz Muslim menyampaikan selamat kepada bapak ibu guru yang telah menerima sertifikat PPG, karena dibelakang kita masih banyak guru guru yang mengantri untuk mendapatkan PPG, apalagi alumninya dari perguruan tinggi ternama.

“ Pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas yang luar biasa kepada Bapak Ibu , maka imbalannya kerjanya juga harus semangat. Bapak Ibu sudah menjadi guru profesional, konsekuensinya nanti akan mendapatkan tunjangan profesi. Dan era sekarang adalah memperbanyak jabatan jabatan fungsional, diberbagai instansi mulai diadakan perampingan perampingan jabatan struktural dan diperbanyak jabatan fungsional , Ini dalam rangka untuk mengefektifkan kerja dan berdaya saing. “ terangnya.

“ Maka panjenengan kalau sudah menjadi guru profesional kunci pertama harus semangat, harus berubah, jangan tidak ada perubahan sama sekali. Sebagai refleksi wujud syukur panjenengan harus semangat dalam  berkhidmat , dalam mengajar, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di madrasah masing – masing. Bapak ibu harus mencintai profesi , harus konsekuen ketika sudah menjadi guru profesional harus mencintai profesi gurunya. Dari rasa mahabah, rasa cinta kepada profesi maka akan menimbulkan rasa memiliki, rasa handarbeni sehingga menjiwai.”

“ Paradigmanya harus berubah, ketika sudah menjiwai sepenuh hati maka ketika akan melakukan kegiatan tentu akan memikirkan saya harus menjadi guru yang terbaik. Apalagi di era sekarang, guru akan mendidik anak – anak yang akan hidup dijaman yang berbeda,  tantangannya berbeda, Tentu guru sekarang harus memiliki visi misi yang jauh kedepan atau visioner, harus menjadi guru yang inovatif. Bagaimana mencari bentuk model model strategi pembelajaran yang efektif, yang anak suka dan sebagainya, bagaimana menemukan desaign desaign pembelajaran yang efektif ,  menarik dan inovatif serta meninggalkan pola lama pola yang monoton yang isinya Cuma ceramah.”  Pungkasnya. (yud)