HUT RI #81

30 Catin Antusias Ikuti Bimbingan Pra Nikah di KUA Wangon

K
KUA Wangon
16 Mar 2026
58x dibaca
SHARE

Banyumas - Sebanyak 30 calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pra nikah yang diselenggarakan di aula KUA Wangon. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para calon mempelai dengan pengetahuan mendalam mengenai manajemen keluarga, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Program ini menjadi prasyarat penting guna memastikan setiap pasangan memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Senin (16/03)

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi interaktif yang dirancang untuk membuka wawasan tentang dinamika kehidupan berkeluarga. Materi yang disampaikan tidak hanya fokus pada aspek hukum formal, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dalam menghadapi konflik serta strategi membangun komunikasi yang efektif antar pasangan. KUA Wangon berkomitmen untuk terus menekan angka perselisihan rumah tangga melalui edukasi dini yang komprehensif seperti ini.

Joharulloh, selaku narasumber dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa fondasi utama dalam sebuah pernikahan adalah komitmen dan kesalingan (mu’asyarah bil ma’ruf). Ia mengingatkan para peserta bahwa tantangan di masa depan akan semakin kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama tim yang solid antara suami dan istri untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

"Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan penyatuan dua pemikiran yang berbeda. Melalui bimbingan ini, kami ingin para catin di Wangon memiliki bekal 'navigasi' yang cukup agar saat badai rumah tangga datang, mereka tahu ke mana harus melangkah dan bagaimana cara menyelesaikannya secara bijak," ujar Joharulloh saat memaparkan materi.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi, termasuk oleh Arya, salah satu peserta yang berasal dari Sleman. Ia sengaja mengikuti bimbingan di KUA Wangon sebagai bagian dari prosedur pendaftaran pernikahannya. Bagi Arya, materi yang didapatkan sangat relevan dengan kekhawatiran yang dialami oleh anak muda yang akan segera membina rumah tangga.

"Meskipun saya jauh dari Sleman, saya merasa sangat terbantu dengan penjelasan para pemateri di sini. Banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, seperti bagaimana mengelola emosi dan mengatur ekonomi keluarga, dijelaskan dengan sangat ringan namun mengena. Saya merasa jauh lebih siap dan mantap untuk menikah setelah mengikuti acara ini," ungkap Arya. Kegiatan bimbingan ini ditutup dengan sesi doa bersama dan pembagian sertifikat sebagai tanda kelulusan bimbingan pra nikah. (jhr)