HUT RI #81

Penghulu Muda dan Penyuluh Muda KUA Wangon Berdiskusi tentang Peran Nyata Melayani Umat

K
KUA Wangon
13 Okt 2026
7x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 13-10-2026 15:55
SHARE

Wangon – Pegawai Kementerian Agama, khususnya Penghulu Muda dan Penyuluh Muda Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon, perlu terus memperkuat peran dan kontribusinya dalam menjawab kebutuhan umat di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Hal tersebut menjadi pokok diskusi mengenai langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan untuk memberikan pelayanan, bimbingan, dan pendampingan kepada masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, keluarga, maupun sosial kemasyarakatan. Selasa (13/10)

Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa tugas sebagai aparatur Kementerian Agama tidak hanya sebatas menjalankan administrasi dan rutinitas kedinasan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Penghulu Muda memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan pencatatan pernikahan, bimbingan perkawinan, serta edukasi tentang pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Sementara itu, Penyuluh Muda berperan aktif memberikan bimbingan keagamaan yang moderat, mencerahkan, dan sesuai dengan kebutuhan umat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, seperti ketahanan keluarga, pencegahan pernikahan usia dini, penguatan pendidikan agama bagi generasi muda, serta upaya menangkal penyebaran informasi keagamaan yang menyesatkan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pendekatan yang humanis, dialogis, dan solutif melalui penyuluhan, konsultasi keluarga, pembinaan majelis taklim, serta kolaborasi dengan tokoh agama, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan unsur masyarakat lainnya.

Penghulu Muda dan Penyuluh Muda KUA Wangon juga perlu membangun sinergi agar program pelayanan dan pembinaan umat berjalan lebih efektif. Kegiatan tidak cukup hanya berorientasi pada jumlah program yang terlaksana, tetapi harus memperhatikan dampak dan manfaatnya bagi masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital, penyampaian informasi yang mudah dipahami, serta pendekatan langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan KUA.

Melalui diskusi ini, diharapkan Penghulu Muda dan Penyuluh Muda KUA Wangon semakin memperkuat komitmen untuk menjadi pelayan umat yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap persoalan kehidupan nyata. Kehadiran pegawai Kementerian Agama hendaknya tidak hanya terlihat di kantor, tetapi juga dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan pengabdian, KUA Wangon diharapkan mampu menjadi pusat layanan keagamaan yang membimbing, menguatkan keluarga, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.(sto)