300 Pelajar Baturraden Asik Berdiskusi dalam Program The Most KUA
The Most KUA – Move for Sakinah Maslahat KUA Baturraden Ramadhan ini diselenggarakan dengan sasaran Pelajar di SMA Negeri Baturraden dengan jumlah peserta tidak kurang dari 300 anak. Program Most KUA ini terintegrasi dalam Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan oleh KUA Baturraden. Rabu (25/02/26).
Dalam pelaksanaannya, KUA Baturraden mengerahkan delapan Penyuluh Agama Islam dan satu orang penghulu, serta satu orang Penyuluh Agama dari KUA Kecamatan Kedungbanteng. Total tim ada 10 orang dan sasaran ada 10 kelas.
Setiap Fasilitator masuk kelas dengan materi yang berbeda-beda sesuai jadwal yang sudah diatur. Dengan durasi sekitar dua jam Pelajaran, mereka beraksi, menjelaskan, dan membimbing peserta untuk memahami materi dan menghubungkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai metode dilakukan, salah satunya diskusi, yang merupakan metode wajib dalam program ini.
“Jangan terlalu banyak menggunakan metode ceramah. Berikan juga kesempatan untuk anak-anak berbicara, berpikir, dan berekspresi. Kan kita fasilitator,” ungkap Fathurrochman Koordinator Kegiatan BRUS Baturraden ketika mem-briefing timnya.
Dalam suatu kelas yang dipandu oleh Fathur, topik diskusinya berkaitan dengan hambatan-hambatan diri. Beberapa topik yang berkaitan dengan kehidupan para siswa pun mulai dibahas sesuai kelompok masing-masing.
Meski sedang berpuasa, semangat belajarnya tetap menggebu. Terbukti saat presentasi, banyak hal terungkap yang membuat presentasinya menarik untuk dibahas lebih lanjut.
Salah satunya kelompok Cindi. Ia menyampaikan tentang sikap overthinking yang selain membawa dampak buruk, ternyata ada dampak baiknya, meski sedikit.
“Baiknya, overthinking bisa bikin kita jadi waspada. Tidak terjebak pada Keputusan yang salah,” ungkapnya. Secara bergilir presentasi dilakukan. Hingga berakhirnya waktu yang telah ditentukan. (Fth)
