Penyuluh KUA Wangon Dampingi Persiapan Lomba Pildacil Madin Al Irsyad Klapagading
Wangon — Persiapan mengikuti lomba Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) terus dilakukan oleh Madrasah Diniyah (Madin) Al Irsyad Klapagading, Kecamatan Wangon. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membina dan mengembangkan potensi santri dalam bidang dakwah Islam sejak usia dini. Madin Al Irsyad Klapagading yang menjadi binaan Penyuluh Agama Islam KUA Wangon berkomitmen menumbuhkan generasi muda yang berani tampil, percaya diri, serta memiliki pemahaman agama yang baik. Kamis (15/10)
Dalam persiapan tersebut, para santri mendapatkan pendampingan untuk melatih kemampuan menyampaikan materi dakwah di hadapan orang lain. Latihan meliputi penguasaan materi, pelafalan, intonasi suara, ekspresi, serta sikap ketika tampil di depan audiens. Dengan latihan yang terarah dan berkelanjutan, para santri diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara menarik, santun, dan mudah dipahami.
Ni'mah, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa lomba Pildacil bukan sekadar ajang untuk meraih juara, melainkan juga sarana membentuk karakter dan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap dakwah Islam. “Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak semakin berani tampil di depan umum, mampu menyampaikan pesan kebaikan, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mencintai ilmu agama,” ungkapnya.
Menurut Ni'mah, dukungan dari ustaz dan ustazah, orang tua, serta lingkungan madrasah sangat penting dalam mendukung keberhasilan persiapan peserta. Anak-anak perlu diberikan motivasi dan kesempatan untuk terus berlatih tanpa merasa takut melakukan kesalahan. Pendampingan yang penuh kesabaran diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan bakat, memperkuat mental, dan meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik.
Melalui persiapan lomba Pildacil ini, Madin Al Irsyad Klapagading bersama Penyuluh Agama Islam KUA Wangon berharap dapat melahirkan dai-dai cilik yang mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pembinaan keagamaan sejak dini agar nilai-nilai Islam dapat tertanam kuat dalam diri generasi penerus serta menjadi bekal untuk menyebarkan pesan kedamaian dan kebaikan di tengah masyarakat.(srf)
