Arahan Pejabat Kemenag Alumni MAN 2 Banyumas : Daya Juang Menjadi Mahasiswa Harus Kuat

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto - Menghadapi era disrupsi 4.0 dimana ada perubahan cara hidup menjadi era digital, kemudian perubahan cita-cita pekerjaan ke arah digital serta matinya kepakaran maka Indonesia ini membutuhkan Sumber Daya Manusia yang tangguh, berkualitas dan berdaya saing. "Untuk bisa berdaya saing, maka tidak cukup lulus dari MAN 2 Banyumas saja, tapi harus kuliah", ujar Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Keagamaan, Rokhman Basori pada acara Program Peningkatan Mutu Lulusan Madrasah melalui Beasiswa Indonesia Bangkit di MAN 2 Banyumas. Kamis (9/4)

Rokhman Basori merasa bangga sebagai alumni MAN 2 Banyumas angkatan pertama yang kemudian dengan kegigihannya sekarang bisa menjadi pejabat dan memberikan manfaat bagi orang banyak. "Saya bangga jadi alumni MAN 2 Banyumas. Saya anak petani sekaligus guru. Dulu saya berpikir bagaimana bisa kuliah. Sekarang saya yang mikir bagaimana anak-anaknya petani, anak-anaknya nelayan, anaka-anaknya orang dari keluarga ekonomi yang tidak mampu untuk bisa kuliah melalui beasiswa dari Kementerian Agama", tutur Rokhman. 

Menurut Rokhman, untuk menjadi orang sukses yang terpenting adalah memiliki kecerdasan emosional dan memiliki daya juang yang tinggi. "Tempa diri masing-masing dengan aktif ikut Pramuka, OSIS, KIR, IPNU, IRM dan organisasi lainnya. Saya dulu begitu. Dan karena menjadi aktifis begitulah saya bisa seperti sekarang ini", tegasnya. 

Maka, lanjut Rokhman, saat ini yang kalian masih menjadi siswa maka persiapkan dari sekarang. Kurangi main HP dan aktiflah berkegiatan atau berorganisasi, kursus bahasa Inggris bagi yang mau kuliah di luar negeri. "Kalau mau kuliah beasiswa di luar negeri, bahasa inggrisnya tidak boleh hanya yes or no, tapi TOEFL nya harus bagus dari ITP", pesannya.

Mulai saat ini janganlah takut bermimpi, jangan dibatasi cita-citanya hanya sampai S1. Indonesia Emas 2045 butuh master dan doktor, agar Indonesia ke depan diisi oleh para intelektual yang berkarakter dan tidak tertinggal oleh bangsa lain. "Tidak punya uang? ambilah beasiswa pendidikan keagamaan dari Kementerian Agama. Tahun ini sudah dibuka sejak 1 April sampai 31 Mei 2026", ujar Rokhman.

Beasiswa dapat ditempuh melalui dua cara. Bagi yang sudah mendapatkan kampus, maka langsung saja mendaftar. Atau mendaftar beasiswa dulu baru mencari kampusnya. "Informasi lainnya bisa di akses melalui laman beasiswa.kemenag.go.id", pungkasnya. (akw)