Japel KUA Beri Bimbingan Tata Kelola Surat bagi Operator Pelayanan
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Dalam rangka memperkuat tata kelola administrasi perkantoran yang bersih, rapi, dan akuntabel, Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menggelar kegiatan bimbingan teknis internal. Kegiatan ini difokuskan pada penyamaan persepsi dan peningkatan pemahaman mengenai prosedur baku pengelolaan surat masuk serta surat keluar. Bimbingan intensif yang berlangsung di ruang pelayanan KUA Wangon ini menyasar langsung para operator pelayanan yang menjadi garda terdepan dalam sistem administrasi digital maupun manual di instansi tersebut. Rabu (01/07)
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap dokumen dinas yang masuk dan keluar dapat terarsip dengan presisi serta didistribusikan sesuai dengan alur birokrasi yang benar. Pengelolaan surat-menyurat dinilai sebagai urat nadi administrasi perkantoran yang berdampak langsung pada kecepatan pengesahan dokumen dan pelayanan kepada masyarakat. Kepala KUA Wangon, Fairuz Malaya, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa ketertiban administrasi adalah cerminan dari profesionalisme kerja sebuah instansi di bawah Kementerian Agama.
Bertindak sebagai mentor dalam kegiatan tersebut, Jabatan Pelaksana (Japel) KUA Wangon, Murti Astuti, memberikan penjelasan detail mulai dari pencatatan agenda, pengodean surat berdasarkan klasifikasi masalah, hingga mekanisme disposisi pimpinan. "Ketertiban dalam mengelola surat masuk dan surat keluar bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari mitigasi risiko organisasi dan penjaminan validitas data. Kami ingin memastikan setiap operator pelayanan memiliki pemahaman yang seragam, sehingga tidak ada lagi keterlambatan atau kekeliruan dalam penomoran dan pengarsipan," ujar Murti Astuti di sela-sela bimbingan.
Proses bimbingan yang berjalan interaktif ini disambut positif oleh pegawai lainya. Munawaroh, salah satu operator pelayanan KUA Wangon yang mengikuti pembinaan tersebut, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan langsung ini. "Bimbingan ini memberikan kejelasan nyata bagi kami di bagian pelayanan, terutama dalam mengidentifikasi kode surat yang benar dan mempercepat alur penyampaian surat masuk kepada pimpinan. Penjelasan dari Bu Murti sangat taktis dan langsung menyentuh kendala-kendala teknis yang sering kami hadapi di lapangan sehari-hari," ungkap Munawaroh.
Melalui bimbingan teknis yang terukur ini, KUA Wangon berkomitmen untuk terus mempertahankan zona tertib administrasi demi mendukung program digitalisasi dan reformasi birokrasi. Ke depannya, pola pendampingan sebaya (peer-to-peer mentoring) antara Japel dan operator pelayanan seperti ini akan dijadwalkan secara berkala. Dengan administrasi persuratan yang kian tertata, KUA Wangon optimis dapat menyajikan performa layanan publik yang jauh lebih cepat, akurat, dan transparan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Wangon. (nma)
