Bangun Surga di Rumah: Bekal Berharga Catin Menuju Keluarga Sakinah

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Suasana khidmat menyelimuti KUA Somagede hari ini saat pasangan calon pengantin (catin), Nur Triadi dan Nadia Aristawati, mengikuti sesi Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Bertempat di lingkungan yang asri, bimbingan ini dipandu langsung oleh Yasaroh, yang memberikan wejangan mendalam mengenai fondasi utama dalam berumah tangga. Jumat (24/04)

Dalam sesi tersebut, Yasaroh menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal, melainkan perjalanan panjang untuk mewujudkan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah. Beliau membedah enam indikator utama yang menjadi ciri keluarga bahagia menurut syariat dan logika sosial:

6 Pilar Keluarga Sakinah untuk Nur & Nadia

  • Ketaatan Beragama sebagai Fondasi Keluarga yang kuat dimulai dari ketaatan kepada Sang Pencipta. Mendirikan salat dan menjalankan perintah agama secara berjamaah menjadi pengikat spiritual yang paling ampuh.

  • Komunikasi Hangat Tanpa Kekerasan Rumah harus menjadi tempat paling aman. Yasaroh berpesan agar Nur dan Nadia selalu membangun komunikasi yang terbuka dan menjauhi kata-kata kasar apalagi tindakan kekerasan (KDRT).

  • Ketangguhan dalam Ujian Badai pasti akan datang, baik dalam bentuk masalah ekonomi maupun kesehatan. Kunci keberhasilannya adalah kesabaran kolektif dalam menghadapi setiap musibah.

  • Sifat Qana’ah (Bersyukur) Kebahagiaan tidak diukur dari besarnya nominal, melainkan dari rasa syukur. Merasa cukup atas rezeki Allah, sekecil apa pun itu, akan membawa ketenangan batin.

  • Menjaga Marwah Pasangan Salah satu ujian kesetiaan adalah kemampuan menjaga rahasia dan aib pasangan dari dunia luar. Pasangan adalah pakaian bagi satu sama lain.

  • Mencetak Generasi Saleh & Salehah Tujuan akhir yang mulia adalah melahirkan keturunan yang berakhlak mulia, yang kelak menjadi investasi akhirat bagi kedua orang tuanya.

"Keluarga Sakinah bukan berarti keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang memiliki 'alat navigasi' yang tepat untuk melewati setiap badai," ujar Yasaroh di sela-sela materinya.

Nur Triadi dan Nadia Aristawati tampak antusias menyerap setiap ilmu yang diberikan sebagai modal berharga sebelum mereka melangkah ke pelaminan. Semoga bekal ilmu dari Desa Klinting ini menjadi awal yang barakah bagi perjalanan hidup baru mereka.

Selamat menempuh hidup baru untuk Nur & Nadia!

Sumber berita : Yasaroh,S.Pd

Editor Nuryati,S.H.