Guru Agama Kristen Se-Kabupaten Banyumas Perdalam Materi Kurikulum Nasional

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di era digital, Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan "Pembinaan dan Pelatihan Desain Instrumen PAK, Modul Ajar, dan LKPD" bagi Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Banyumas. Jumat (24/04)

Kegiatan yang berlangsung di Aula Al Ikhlas Kemenag Banyumas ini menghadirkan narasumber Norita Yudiet Tompah, yang merupakan Penulis Buku PAK sekaligus Tim Pengembang Kurikulum PAK Nasional.

Plt. Penyelenggara Kristen Kemenag Banyumas, Faisal Riza, menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama strategis dengan BPK Gunung Muria sebagai solusi atas keterbatasan anggaran instansi.

Dalam laporannya, Riza menekankan pentingnya peningkatan wawasan bagi para guru dalam menghadapi tantangan zaman. "Kita perlu menambah wawasan tentang bagaimana memberikan pembelajaran keagamaan yang efektif kepada putra-putri kita. Saat ini, tantangan media sosial sangat besar karena berpotensi merusak adab dan etika generasi muda," tegasnya.

Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, dalam sambutannya memberikan pesan mendalam mengenai hakikat pengabdian. Beliau mengingatkan bahwa setiap manusia diciptakan untuk beribadah, menjadi pribadi yang bermanfaat, dan senantiasa menebarkan kasih kepada sesama.

Suasana Aula Al Ikhlas sempat riuh dan penuh haru saat Kepala Kantor memberikan perhatian spontan terhadap kesejahteraan dan keselamatan para guru di lapangan. Secara khusus, beliau menyampaikan komitmen bantuan bagi guru yang membutuhkan.

"Kita di sini untuk menebarkan kasih. Maka, bagi bapak/ibu guru yang motornya digunakan untuk bertugas namun ban motornya sudah gundul, akan kami berikan bantuan untuk ganti baru," ujar Kepala Kantor yang disambut apresiasi hangat dari seluruh peserta.

Melalui pelatihan ini, para guru dibekali kemampuan teknis dalam menyusun Modul Ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang inovatif. Kehadiran Norita Yudiet Tompah diharapkan dapat menyelaraskan pemahaman guru-guru di Banyumas dengan standar kurikulum nasional yang sedang berkembang.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenag Banyumas dalam menjaga ghirah pendidikan agama sekaligus memperhatikan sisi kemanusiaan para pejuang pendidikan di garda terdepan.