Bekali Catin, Penyuluh Tegaskan Pernikahan Adalah Ibadah Terpanjang
Banyumas – Menjelang hari bahagia, pasangan calon pengantin (catin) mendapatkan wejangan berharga dalam sesi bimbingan perkawinan di KUA Somagede. Selasa (24/02/26).
Bimbingan kali ini diberikan langsung oleh Nuryati, Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Somagede, kepada pasangan Setio Adi Pamungkas (asal Desa Sokawera, Kecamatan Somagede) dan Nur Endah Lestari (asal Desa Sokawera, Kecamatan Patikraja). Pasangan ini dijadwalkan akan melangsungkan akad nikah pada 10 April 2026 mendatang.
Dalam arahannya, Nuryati menekankan bahwa pernikahan bukanlah sekadar status sosial, melainkan bentuk ibadah terpanjang dalam hidup seorang Muslim. Agar esensi ibadah tersebut tetap terjaga dan tidak luntur termakan waktu, ia membagikan dua kunci utama:
* Sikap Sabar: Menjadi benteng utama saat bahtera rumah tangga diterpa ujian dan cobaan.
* Sikap Syukur: Menjadi pengingat agar tidak lupa diri saat diberikan kebahagiaan dan limpahan nikmat oleh Allah SWT.
"Pernikahan itu ibadah yang masanya seumur hidup. Maka dibutuhkan kesadaran penuh untuk bersabar dalam menjalaninya,"
tegas Nuryati di sela-sela bimbingan.
Lebih lanjut, Nuryati mengingatkan bahwa esensi menikah adalah penyatuan dua keluarga besar yang memiliki latar belakang, tradisi, dan kebiasaan yang berbeda. Hal ini menuntut kesiapan mental dan sikap Ridha dari kedua belah pihak.
"Bukan hanya menyatukan dua kepala, tapi dua keluarga. Maka, terimalah pasangan serta keluarganya secara utuh, baik kelebihan maupun kekurangannya," pungkasnya.
Kegiatan bimbingan ini diharapkan dapat menjadi bekal pondasi spiritual dan mental bagi Setio dan Nur Endah dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
(Nuryati)
