Bekali Catin, Penyuluh Tekankan Pentingnya Menjaga Salat dalam Rumah Tangga
Purwokerto – Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan keluarga yang kokoh dan religius, KUA Purwokerto Timur menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Nikah KUA Purwokerto Timur dengan menghadirkan narasumber Penyuluh Agama Islam, Mohammad Yusup. Kamis (26/02).
Peserta bimbingan kali ini adalah pasangan Fajar Nur Rohim dan Divia Dwi Saputri, yang tengah mempersiapkan diri menuju akad nikah pada bulan Maret mendatang.
Dalam materinya, Mohammad Yusup menekankan bahwa fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah adalah ketaatan ibadah kepada Sang Pencipta. Menurutnya, menjaga salat dalam rumah tangga bukan sekadar kewajiban individu, melainkan pilar ketahanan keluarga.
"Menjaga shalat dalam rumah tangga adalah kunci sakinah, di mana suami sebagai pemimpin wajib memerintahkan istri dan anak-anak shalat tepat waktu. Ini melibatkan keteladanan orang tua, shalat berjamaah, mengajarkan adab sejak dini, serta saling mengingatkan dengan lembut. Shalat mencegah kemungkaran dan memperkuat ketahanan keluarga," tegas Yusup.
Lebih lanjut, Yusup memberikan panduan teknis bagi pasangan Fajar dan Divia dalam menghidupkan suasana religi di rumah baru mereka nantinya. Panduan tersebut meliputi:
- Kewajiban Pemimpin Keluarga: Suami bertanggung jawab memastikan seluruh anggota keluarga melaksanakan salat lima waktu.
- Keteladanan (Uswah Hasanah): Orang tua harus memberi contoh nyata dengan bersegera salat saat azan berkumandang.
- Shalat Berjamaah di Rumah: Mendirikan salat berjamaah antara suami dan istri untuk meningkatkan ikatan spiritual.
- Pendidikan Anak: Menyiapkan mental untuk memerintahkan anak salat sejak usia 7 tahun dan mendidiknya dengan disiplin.
- Saling Mengingatkan: Istri mengingatkan suami dengan lembut, dan sebaliknya, terutama untuk menjaga salat Subuh dan Isya.
- Menghidupkan Suasana Agama: Membiasakan membaca Al-Qur'an dan berdoa bersama agar rumah tangga senantiasa berkah.
Bimbingan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para calon pengantin agar tidak hanya siap secara materi dan fisik, tetapi juga siap secara mental dan spiritual.
"Kami ingin para catin memahami bahwa tantangan rumah tangga ke depan akan lebih ringan jika diselesaikan dengan pendekatan agama. Dengan salat yang terjaga, insya Allah komunikasi dan keharmonisan suami istri juga akan terjaga," pungkas Yusup menutup sesi bimbingan. (jw)
