Belajar Seni Rupa Melalui Ecoprint, Murid MTsN 3 Banyumas Asah Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas – Pembelajaran di MTs Negeri 3 Banyumas selalu dirancang menarik, bermakna, dan menantang rasa ingin tahu murid. Setiap materi tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga diwujudkan dalam praktik nyata sehingga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi kehidupan. Salah satu pembelajaran inspiratif tersebut hadir pada mata pelajaran Seni Rupa melalui praktik pembuatan totebag ecoprint. Selasa (04/08)
Pada kegiatan ini, murid memanfaatkan totebag polos, palu kayu, bunga dan daun, baskom atau ember, tawas, air, serta plastik sebagai media dan bahan utama. Ecoprint merupakan teknik mencetak motif alami dari dedaunan dan bunga ke atas kain sehingga menghasilkan karya seni yang unik, bernilai estetis, sekaligus ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, murid diajak menyadari bahwa kekayaan alam di sekitar dapat diolah menjadi karya yang indah dan bermanfaat.
Praktik diawali dengan menyiapkan seluruh alat dan bahan. Plastik dimasukkan ke dalam totebag agar warna tidak menembus ke bagian belakang. Murid kemudian menyusun daun dan bunga sesuai pola yang diinginkan, menutupnya menggunakan plastik bening, lalu memukul permukaannya secara perlahan dan merata menggunakan palu kayu hingga pigmen alami berpindah ke kain. Setelah motif terbentuk, daun diangkat secara hati-hati, kemudian totebag menjalani proses fiksasi dengan merendamnya dalam larutan tawas selama 15–30 menit agar warna lebih awet. Tahap terakhir adalah meniriskan dan mengeringkan totebag di tempat yang teduh hingga siap digunakan.
Lebih dari sekadar menghasilkan karya seni, pembelajaran ini memiliki tujuan yang sarat akan nilai karakter dan penguatan profil pelajar. Murid diajak mensyukuri nikmat Allah Swt. atas keindahan serta keberagaman tumbuhan sebagai ciptaan-Nya. Mereka juga dibiasakan memanfaatkan daun dan bunga secara bijaksana, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak merusak tanaman ketika mengambil bahan yang diperlukan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter religius sekaligus peduli terhadap kelestarian alam.
Selama proses berkarya, murid belajar bekerja sama, saling membantu, menghargai perbedaan ide, serta mengapresiasi hasil karya teman. Beragam motif yang dihasilkan menunjukkan bahwa setiap murid memiliki kreativitas dan cara pandang yang berbeda, namun semuanya memiliki nilai keindahan yang patut dihargai. Kegiatan ini juga mengenalkan pentingnya memanfaatkan kekayaan flora lokal sebagai sumber inspirasi motif, sekaligus melestarikan seni yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui praktik ecoprint, murid tidak hanya mempelajari teknik dasar pencetakan motif alami, tetapi juga bereksperimen dengan berbagai jenis daun dan bunga, mengamati perbedaan hasil yang diperoleh, serta melakukan refleksi terhadap karya yang telah dibuat sebagai bekal untuk menghasilkan karya yang lebih baik pada kesempatan berikutnya. Dengan demikian, pembelajaran menjadi ruang untuk terus berinovasi, berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan berkarya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen MTs Negeri 3 Banyumas dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan bermakna. Melalui perpaduan antara seni, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan, madrasah berharap setiap murid tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang religius, kreatif, cinta lingkungan, serta mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat..(HumasMTsN3).
