Bentuk Generasi Qurani: Bimbingan BTA Intensif di MI Miftahul Huda Selandaka
Banyumas – Semangat melantunkan ayat suci menggema di MI Miftahul Huda Selandaka. Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumpiuh, Laeli Najihah, secara rutin melaksanakan bimbingan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) bagi siswa-siswi kelas 4 yang tergabung dalam Majelis Ta’lim (MT) anak-anak. Selasa (10/02)
Kegiatan ini dirancang dengan metode yang komprehensif untuk memastikan setiap santri tidak hanya pandai membaca, tetapi juga memiliki hafalan yang kuat dan tulisan yang rapi.
Penyuluhan dilakukan melalui tiga tahapan utama:
-
Klasikal Hafalan Juz Amma: Kegiatan dibuka dengan metode klasikal, di mana seluruh siswa bersama-sama menghafal surat-surat dalam Juz Amma. Metode ini efektif untuk melatih kelancaran lisan dan memperkuat daya ingat kolektif.
-
Metode Sorogan Berjenjang:
Setelah klasikal, sesi dilanjutkan dengan sorogan atau setoran bacaan secara individual. Pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa, mulai dari jilid Iqro’, Yanbu’a, hingga Al-Qur’an. Pendekatan personal ini memungkinkan Ibu Laeli Najihah memberikan koreksi tajwid dan makhraj secara lebih presisi.
-
Literasi Qur’an (Menulis):
Sebagai penutup, para siswa diwajibkan menuliskan kembali ayat-ayat yang telah mereka baca. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki kemampuan ganda: fasih membaca sekaligus terampil dalam penulisan khat Arab
"Bimbingan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar kita bersama untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur'an sejak dini kepada anak-anak di Selandaka," ujar Laeli Najihah di sela-sela kegiatannya.
Melalui sinergi antara KUA Sumpiuh dan MI Miftahul Huda, diharapkan program ini mampu mencetak generasi yang literat Al-Qur'an dan berakhlaqul karimah.
