Manfaatkan AI, Penyuluh Agama Banyumas Asah Kreativitas Menulis Materi Antikorupsi
Banyumas – Teknik Penulisan Materi Keagamaan Bertema Antikorupsi Berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu materi utama dalam Lokakarya Penulisan Materi Keagamaan Tema Antikorupsi yang diikuti para Penyuluh Agama se-Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Imam Tahyudin dari AMIKOM, yang membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung penyusunan materi keagamaan yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Rabu (21/10)
Dalam pemaparannya, Imam Tahyudin menjelaskan pentingnya kemampuan penyuluh agama beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, termasuk AI, dalam menjalankan tugas pembinaan umat. Pemanfaatan AI dapat membantu penyuluh mengembangkan gagasan, menyusun kerangka tulisan, serta memperkaya metode penyampaian pesan antikorupsi melalui pendekatan keagamaan. Meski demikian, penggunaan teknologi tetap perlu disertai ketelitian, verifikasi informasi, dan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai agama agar materi yang dihasilkan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Lokakarya ini menjadi ruang belajar bagi para penyuluh untuk meningkatkan kompetensi menulis sekaligus memperkuat peran dakwah dalam membangun budaya antikorupsi. Nilai-nilai keagamaan seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, keadilan, dan larangan mengambil hak orang lain dapat menjadi landasan penting dalam menyampaikan pesan pencegahan korupsi kepada masyarakat. Dengan teknik penulisan yang tepat, pesan tersebut diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Zain, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wangon, menyambut baik materi yang disampaikan dalam lokakarya tersebut. “Pemanfaatan AI menjadi pengetahuan penting bagi penyuluh agama di era digital. Teknologi ini dapat membantu kami menyusun materi keagamaan bertema antikorupsi agar lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat. Namun, isi materi tetap harus diperiksa dan disesuaikan dengan sumber yang benar serta nilai-nilai agama yang menjadi pedoman,” ungkap Zain.
Melalui lokakarya ini, para Penyuluh Agama se-Kabupaten Banyumas diharapkan semakin terampil menghasilkan materi keagamaan yang inovatif, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen penyuluh dalam menanamkan nilai integritas dan budaya antikorupsi melalui dakwah serta bimbingan keagamaan. Dengan dukungan teknologi yang digunakan secara bijak, penyuluh diharapkan mampu memperluas jangkauan pesan moral dan mendorong terwujudnya masyarakat yang jujur, amanah, serta bertanggung jawab. (Srf)
