Bimbingan Klasikal kreatif, siswa tuangkan emosi ke dalam kertas kosong
Oleh MTs Manu 1 Purwojati
PURWOJATI – Suasana kelas bimbingan konseling di MTs Ma'arif NU 1 Purwojati tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa-siswi berkumpul dengan pensil warna, krayon, dan lembaran kertas gambar di tangan mereka. Dalam kegiatan bimbingan psikologis yang digelar pada pertengahan minggu ini, para siswa diajak untuk menyelami dunia emosi mereka sendiri. Bukan lewat kata-kata atau curhatan lisan, melainkan melalui goresan gambar dan paduan warna yang mereka tuangkan secara bebas di atas kertas. Kamis (30/07)
Kegiatan inovatif ini dipandu langsung oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTs Ma'arif NU 1 Purwojati, Bapak Hanan Izza Hanafi, S.Sos. Dalam sesi tersebut, Pak Hanan membimbing para siswa untuk terlebih dahulu mengenali berbagai bentuk emosi yang sedang mereka rasakan—baik itu kebahagiaan, kesedihan, kecemasan, maupun amarah—sebelum akhirnya memvisualisasikannya secara kreatif. Pendekatan ekspresif ini dipilih untuk memberikan ruang aman bagi remaja usia sekolah menengah yang acap kali kesulitan mengungkapkan perasaannya secara verbal.
Metode mengekspresikan emosi lewat gambar ini diterapkan sebagai sarana katarsis dan pengelolaan kesehatan mental siswa di lingkungan sekolah. Menurut Hanan Izza Hanafi, masa remaja adalah fase krusial di mana gejolak emosi sering kali memengaruhi ketenangan belajar dan interaksi sosial mereka. Melalui media seni ini, siswa diajak tidak hanya untuk "menumpahkan" rasa sesak atau gundah, tetapi juga belajar merilis emosi negatif tersebut secara positif agar tidak menumpuk menjadi stres yang berkepanjangan.
Respon antusias terlihat jelas dari raut wajah para siswa sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai hasil karya visual dengan gradasi warna yang bercerita menunjukkan betapa bergamnya dinamika emosi yang mereka simpan. Melalui program bimbingan kreatif ini, pihak sekolah berharap para siswa MTs Ma'arif NU 1 Purwojati semakin memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence) yang matang, sehingga mampu mengelola emosi diri dengan baik demi mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar mereka di masa depan.
