HUT RI #81

Bimbingan Rohani di Puskesmas Kebasen

KUA kebasen
KUA kebasen
24 Feb 2026
37x dibaca
SHARE

Banyumas - Bulan Suci Ramadhan tidak menghalangi langkah para Penyuluh Agama Islam KUA Kebasen untuk menebar keberkahan. Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruang rawat inap Puskesmas Kebasen saat para penyuluh hadir memberikan bimbingan rohani dan motivasi spiritual langsung di samping tempat tidur pasien. Selasa (24/02)

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Kementerian Agama terhadap masyarakat yang sedang diuji dengan sakit, agar tetap mendapatkan asupan nutrisi batin di tengah keterbatasan fisik untuk beribadah secara sempurna di bulan puasa.

Dalam kunjungannya, Penyuluh Agama Islam Kebasen melakukan pendekatan personal dengan mengajak para pasien berdialog ringan namun sarat makna. Fokus utama pembinaan ini adalah menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan tawakkal.

"Sakit bukan berarti jauh dari Allah. Justru di saat seperti inilah, setiap rintihan doa dan kesabaran Bapak/Ibu menjadi penggugur dosa," ujar salah satu penyuluh saat memberikan penguatan. Pasien diingatkan bahwa sikap sabar menghadapi ujian kesehatan adalah salah satu bentuk ibadah tertinggi di mata Allah SWT.

Selain aspek teologis, bimbingan ini juga bertujuan memberikan dampak psikologis positif. Secara medis, ketenangan batin (spiritual well-being) diyakini dapat meningkatkan imunitas dan mempercepat proses pemulihan fisik. Penyuluh memberikan motivasi agar pasien tidak berputus asa dan tetap optimis akan kesembuhan.

Keluarga pasien yang mendampingi pun tak luput dari penguatan. Mereka diberi semangat untuk tetap istiqomah dalam merawat anggota keluarga yang sakit, sembari menjaga kesehatan diri sendiri agar tetap kuat menjalankan ibadah Ramadhan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penyuluh di tiap kamar pasien. Suasana doa berlangsung khusyuk, memohon keberkahan bulan Ramadhan agar Allah segera mengangkat penyakit yang diderita para pasien.

“Kami berharap melalui bimbingan ini, para pasien mendapatkan ketenangan batin yang luar biasa. Semoga mereka segera pulih, kembali berkumpul dengan keluarga, dan dapat melanjutkan sisa hari di bulan Ramadhan ini dengan ibadah yang lebih baik,” pungkas perwakilan Penyuluh KUA Kebasen.

Aksi jemput bola ini menjadi bukti bahwa peran penyuluh agama merambah luas hingga ke ranah kemanusiaan, memastikan kehadiran negara dalam memberikan bimbingan spiritual di setiap lapisan masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang terbaring lemah.