HUT RI #81

Bimluh MT Nurus Saadah Wangon Bahas Sejarah Hari Santri Nasional

K
KUA Wangon
23 Okt 2026
2x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 23-10-2026 19:22
SHARE

 

Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Sarif, melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Nurus Sa’adah Wangon dengan materi sejarah Hari Santri Nasional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman jamaah mengenai peran penting santri dan ulama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak mengenang jasa para ulama dan santri sekaligus menumbuhkan semangat meneladani perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Jumat (23/10)

Dalam penyampaiannya, Sarif menjelaskan bahwa Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menyerukan kewajiban mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menjadi salah satu pengingat bahwa santri dan ulama memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa, tidak hanya melalui pendidikan agama, tetapi juga melalui pengabdian kepada tanah air.

Sarif menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ilmu pengetahuan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. “Sejarah Hari Santri mengajarkan kepada kita tentang keberanian, keikhlasan, dan pengorbanan para ulama serta santri dalam membela agama dan bangsa. Semangat tersebut perlu kita lanjutkan melalui kegiatan positif, menjaga persatuan, memperdalam ilmu agama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Sarif.

Jamaah MT Nurus Sa’adah menyambut baik materi yang disampaikan karena memberikan tambahan wawasan tentang sejarah perjuangan santri dan ulama. Mereka menilai bahwa pemahaman sejarah penting untuk menanamkan nilai perjuangan, nasionalisme, dan akhlak mulia kepada generasi penerus. Melalui kegiatan Bimluh ini, jamaah juga diharapkan semakin termotivasi untuk aktif mengikuti majelis taklim, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.

Melalui Bimluh di MT Nurus Sa’adah Wangon, KUA Wangon terus berupaya menghadirkan penyuluhan keagamaan yang edukatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pembahasan sejarah Hari Santri Nasional menjadi sarana untuk menghubungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu dengan tanggung jawab umat pada masa kini. Dengan meneladani semangat para ulama dan santri, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun kehidupan beragama yang damai serta harmonis. (Srf)