Penyuluh KUA Jatilawang Ajak Muslimat Pahami Adab Bersalaman dan Batasan Mahram
Jatilawang – Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang mengisi pengajian Muslimat Ranting Tunjung Lor di Masjid Nurul Huda, Desa Tunjung Lor. Kegiatan ini mengangkat tema “Bersalaman: Menjaga Diri dari Sentuhan yang Bukan Mahram.” Jum'at (23/10)
Dalam penyampaiannya, penyuluh agama mengajak jamaah memahami tuntunan Islam terkait bersalaman, khususnya batasan interaksi fisik antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Materi disampaikan dengan menekankan pentingnya mengikuti keteladanan Rasulullah sekaligus menjaga adab dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Jamaah juga diajak memahami bahwa menjaga diri dari sentuhan yang tidak diperbolehkan bukan berarti bersikap sombong atau tidak menghormati orang lain. Sikap tersebut merupakan ikhtiar menjalankan ajaran agama, yang tetap dapat disertai dengan senyum, salam, tutur kata yang santun, dan perilaku yang baik.
Melalui pengajian ini, diharapkan jamaah semakin memahami batasan mahram serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengabaikan kerukunan dan silaturahmi.
Kegiatan pengajian Muslimat Ranting Tunjung Lor ini menjadi salah satu upaya penyuluh agama dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat melalui pembinaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. (KgHnn)
