HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Sampaikan Pesan Bijak di MT Safinatus Saadah Citomo

K
KUA Wangon
23 Okt 2026
11x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 23-10-2026 16:44
SHARE

 

Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan dalam kegiatan Majelis Taklim (MT) Safinatus Sa’adah di Citomo, Desa Klapagading, Kecamatan Wangon. Kegiatan ini mengangkat tema “Wong Apik, Ana Alane; Wong Ala, Ana Apike: Jangan Memutlakkan Setiap Orang.” Tema tersebut mengajak jamaah untuk lebih bijaksana dalam menilai orang lain, memahami bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, serta tidak mudah memberikan penilaian hanya berdasarkan satu sisi kehidupan seseorang. Jum'at (23/10)

Dalam penyampaian materi, jamaah diajak memahami bahwa manusia tidak ada yang sepenuhnya sempurna. Orang yang dikenal baik tetap memiliki kekurangan, sedangkan seseorang yang dianggap kurang baik masih memiliki sisi positif yang patut dihargai. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengembangkan sikap husnuzan atau berprasangka baik, menjaga lisan, serta menghindari kebiasaan merendahkan dan menghakimi orang lain. Sikap tersebut penting untuk menjaga kerukunan dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Zain, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa pesan utama dari tema tersebut adalah mengajak masyarakat agar tidak memutlakkan penilaian terhadap seseorang. “Jangan hanya melihat kekurangan seseorang lalu menganggapnya buruk sepenuhnya. Begitu pula ketika melihat kebaikan seseorang, kita tetap harus menyadari bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan. Mari belajar menghargai, memperbaiki diri, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjadi lebih baik,” ungkap Zain.

Para Penyuluh Agama Islam KUA Wangon menegaskan bahwa materi semacam ini penting disampaikan melalui majelis taklim karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, tidak mudah berprasangka buruk, dan menghindari pergunjingan merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu terus ditanamkan. Melalui kegiatan penyuluhan, jamaah diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam keluarga, lingkungan tetangga, maupun pergaulan sosial sehingga tercipta suasana yang damai dan harmonis.

Melalui kegiatan MT Safinatus Sa’adah di Citomo, Klapagading, KUA Wangon terus mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak. Pesan “Wong Apik, Ana Alane; Wong Ala, Ana Apike” menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa bersikap adil dalam menilai sesama, tidak mudah menghakimi, dan lebih mengutamakan nasihat yang baik. Dengan demikian, majelis taklim dapat menjadi sarana membangun pribadi yang bijaksana sekaligus memperkuat kerukunan di tengah masyarakat. (Srf)