Bimluh MT Safinatus Saadah Klapagading, Penyuluh Ajak Jamaah Teladani Hikmah Hari Santri
Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) pada Majelis Taklim Safinatus Sa’adah, Desa Klapagading, dengan mengangkat tema hikmah Hari Santri. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mengajak jamaah mengambil pelajaran dari perjuangan para santri dalam menjaga agama, memperjuangkan kemerdekaan, dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai perjuangan santri diharapkan dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat. Jumat (23/10)
Dalam penyampaian materi, Zainur mengajak jamaah memahami bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk meneladani semangat belajar, kedisiplinan, keikhlasan, dan kecintaan terhadap tanah air. Santri memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berakhlak mulia, menjaga persatuan, serta menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Semangat tersebut dapat diwujudkan oleh setiap muslim melalui peningkatan ilmu agama dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Zainur menyampaikan bahwa hikmah Hari Santri perlu diterapkan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. “Semangat Hari Santri hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kita perlu meneladani perjuangan para ulama dan santri dengan rajin menuntut ilmu, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta ikut menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan santri dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap Zainur.
Jamaah MT Safinatus Sa’adah menyambut baik kegiatan Bimluh tersebut karena memberikan tambahan wawasan dan motivasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Mereka berharap pembinaan keagamaan yang dilakukan penyuluh dapat terus berlangsung secara rutin dengan materi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui majelis taklim, jamaah juga dapat mempererat silaturahmi, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menumbuhkan semangat untuk mendidik anak-anak agar mencintai ilmu agama dan menghargai perjuangan para ulama.
Melalui Bimluh bertema hikmah Hari Santri ini, KUA Wangon terus berupaya memperkuat peran Penyuluh Agama Islam dalam membina umat melalui majelis taklim dan kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang religius, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa. Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga agama dan membangun negeri dapat dilanjutkan melalui pendidikan, keteladanan, persatuan, serta pengabdian nyata di tengah masyarakat. (Srf)
