Bimwin Catin di KUA Fokus pada Pengelolaan Keuangan Keluarga
Banyumas - KUA Kemranjen kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pengantin (catin) menghadapi tantangan kehidupan rumah tangga. Salah satu materi yang diangkat yakni terkait 'Memenuhi Kebutuhan dan Mengelola Keuangan Keluarga' yang disampaikan langsung oleh Galih Lukman Hakim, Penghulu KUA Kemranjen. Rabu (10/12)
Kegiatan Bimwin ini dirancang tidak hanya sekadar memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga mengedepankan praktik nyata dalam membangun keluarga harmonis. Materi tersebut menekankan pentingnya mengenali ragam kebutuhan keluarga yang meliputi kebutuhan primer seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan, serta kebutuhan sekunder dan tersier yang mencakup aspek emosional dan spiritual seperti kasih sayang, perhatian, rasa aman, dan komunikasi yang efektif.
Galih Lukman Hakim menyampaikan bahwa memenuhi kebutuhan keluarga merupakan bagian dari ibadah dalam Islam. Ia menegaskan bahwa pasangan suami istri harus mampu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan secara proporsional, menghindari israf atau pemborosan berlebihan maupun tabdzir atau kekurangan yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga. “Dalam Islam, memenuhi kebutuhan keluarga bukan sekadar kewajiban duniawi, tetapi juga ibadah yang mendekatkan diri kepada Alloh SWT,” ujarnya.
Selain itu, calon pengantin diajak untuk memahami berbagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan keluarga melalui inovasi dan kreativitas. Mereka juga didorong untuk berbagi peran secara adil dan bekerja sama sebagai tim dalam menjalankan tugas rumah tangga. Pengelolaan keuangan keluarga yang baik menjadi kunci utama untuk mencapai kesejahteraan bersama serta mencegah konflik akibat ketidakmampuan mengatur keuangan.
Materi ini menegaskan bahwa pernikahan memiliki dua dimensi penting. Pertama, dimensi duniawi sebagai sarana memenuhi kebutuhan hidup sebagai makhluk sosial. Kedua, dimensi ukhrawi sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pemahaman ini diharapkan mampu membentuk calon pengantin agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta lebih bijaksana dalam menyusun prioritas pengeluaran.
Kegiatan Bimwin kali ini juga menampilkan contoh nyata mengenai ragam kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi secara seimbang. Mulai dari kebutuhan fisik seperti makanan sehat, pakaian layak, serta layanan kesehatan dan pendidikan; hingga kebutuhan emosional seperti cinta kasih, perhatian dari pasangan dan anak-anak, komunikasi efektif, serta rasa aman secara psikologis.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kesejahteraan keluarga Indonesia menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik menjadi faktor penentu keberhasilan dalam membangun keluarga bahagia dan harmonis. Sayangnya, banyak pasangan muda masih kurang mendapatkan edukasi mengenai manajemen keuangan sejak dini. Melalui bimwin ini diharapkan mereka bisa memperoleh pengetahuan praktis dan mental siap menghadapi dinamika kehidupan berkeluarga.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas memberikan teori tetapi juga berfungsi sebagai contoh nyata bahwa keluarga membutuhkan pendekatan komprehensif, baik aspek ekonomi maupun spiritual, agar tercipta hubungan saling melengkapi dan penuh cinta. Dengan bekal tersebut, calon pengantin diharapkan mampu membangun rumah tangga yang kokoh, saling mendukung satu sama lain dalam suka maupun duka.
Sebagai penghulu, Galih Lukman Hakim menambahkan bahwa keberhasilan sebuah keluarga sangat bergantung pada kesiapan mental dan emosional pasangan dalam menghadapi segala tantangan hidup. Ia berharap kegiatan bimwin ini dapat terus dilaksanakan secara rutin guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam konteks pernikahan sesuai syariat Islam sekaligus mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah di Kabupaten Banyumas.
Dengan semangat memperkuat fondasi perkawinan melalui edukasi dan pembinaan keagamaan serta ekonomi ini diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara spiritual dan emosional, sehingga mampu menjadikan pernikahan sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia akhirat. (glh)
