Bukan Cuma Modal Cinta, KUA Wangon Bekali Catin Hadapi Dinamika Pernikahan
Banyumas - Langkah menuju pelaminan kerap dibayangkan sebagai awal dari kisah manis tanpa kendala. Namun, Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon memilih untuk menyajikan sudut pandang yang jujur dan realistis kepada para calon pengantin melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Mengangkat tema dinamika perkawinan, kegiatan ini dikemas secara mendalam dan tak biasa guna membekali para peserta agar tidak kaget saat menghadapi berbagai pasang surut dalam kehidupan berumah tangga kelak. Rabu (21/10)
Penyuluhan yang berlangsung interaktif ini dipandu oleh Joharulloh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon sekaligus pemateri bimbingan pra nikah. Dibanding sekadar memaparkan teori normatif, ia mengajak calon pengantin membedah simulasi konflik riil yang kerap memicu perceraian, mulai dari masalah komunikasi, finansial, hingga penyesuaian karakter antar pasangan. Pendekatan realistis namun solutif yang dibawakan pemateri sukses membuka mata para peserta akan pentingnya kedewasaan mental sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.
Dalam penyampaian materinya, Joharulloh menekankan bahwa dinamika dan benturan dalam pernikahan adalah hal yang wajar, namun kunci utamanya terletak pada bagaimana pasangan mengelolanya secara bijak. "Pernikahan itu bukan akhir dari cerita bahagia, melainkan awal dari perjuangan dua kepala yang berbeda. Kami ingin calon pengantin paham bahwa ketika gelombang masalah datang, yang harus dihancurkan adalah masalahnya, bukan hubungan perkawinannya. Kesiapan mental dan keterbukaan komunikasi adalah fondasi utama yang wajib dimiliki," tegas Joharulloh saat membakar semangat para peserta.
Penyampaian materi yang lugas dan penuh wawasan tersebut memberikan kesan mendalam bagi para calon pengantin yang hadir. Ilham, salah satu peserta Bimwin, mengaku terperangah sekaligus bersyukur bisa mengikuti bimbingan yang membuka pandangannya secara luas. "Jujur saya kaget dan tidak menyangka pembahasannya akan sedetail ini. Selama ini saya pikir nikah itu cuma soal kesiapan finansial dan pesta, tapi dari penjelasannya Pak Joharulloh saya jadi sadar pentingnya mengendalikan emosi dan saling menurunkan ego saat menghadapi masalah nanti," kata Ilham dengan jujur.
Melalui terobosan bimbingan pra-nikah yang aplikatif ini, KUA Wangon terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka perselisihan dan perceraian di wilayah setempat. Pihak KUA berharap pembekalan yang matang mengenai dinamika perkawinan ini dapat membentuk keluarga yang tangguh, mandiri, dan berakhlak. Dengan kesiapan mental yang teruji, para calon pengantin diharapkan mampu membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di tengah berbagai tantangan zaman. (jhr)
