Catin di KUA Bekali Diri dengan Ilmu Keluarga Sakinah
Banyumas – Aula Balai Nikah KUA Sumpiuh menjadi saksi langkah awal persiapan menuju mahligai rumah tangga bagi pasangan calon pengantin, Cain Krisdiono dan Maharani Sinta Paramita. Pasangan asal Desa Kebokura ini mengikuti kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) Mandiri yang dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam fungsional, Iproh. Jumat (06/03)
Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan upaya strategis KUA Sumpiuh dalam menekan angka perselisihan rumah tangga serta menyiapkan generasi masa depan yang unggul dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
Dalam sesi bimbingan tersebut, Iproh menekankan tiga poin krusial yang menjadi tema utama:
-
Fondasi Keluarga Sakinah
Iproh menjelaskan bahwa cinta saja tidak cukup. Keluarga sakinah harus dibangun di atas landasan spiritual yang kuat, saling menghargai, dan komitmen untuk menyelesaikan konflik dengan musyawarah.
-
Menjaga Kesehatan Reproduksi
Edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi sorotan penting. Hal ini bertujuan agar pasangan memahami kesiapan fisik sebelum memulai kehamilan, demi keselamatan ibu dan kesehatan janin.
-
Membangun Generasi Berkualitas
Keluarga adalah madrasah pertama. Pasangan dibekali pemahaman bahwa pola asuh yang baik sejak dini sangat menentukan kualitas mental dan fisik anak di masa depan.
Pasangan Cain dan Maharani tampak antusias mengikuti arahan demi arahan. Program Bimluh Mandiri ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi warga Kebokura tersebut sebelum resmi mengucap janji suci di hadapan penghulu.
