Cegah Pernikahan Dini, Kemenag Banyumas Ajak Puluhan Siswa SMPN 7 Purwokerto Buka Mata Lewat Program BRUS
Oleh HUMAS
Purwokerto - Sejumlah 63 siswa-siswi di SMP Negeri 7 Purwokerto diajak untuk "buka mata" lebih awal mengenai pentingnya kesiapan mental dan spiritual sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Langkah preventif yang strategis ini dikemas secara menarik dalam program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diinisiasi oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas bersama fasilitator Agus Setiawan. Rabu (20/05)
Hadir membuka acara secara resmi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Edi Sungkowo. Dalam sambutannya, Edi menekankan dengan tegas bahwa menyiapkan masa depan yang cerah harus dimulai sejak dini. Hal tersebut termasuk memahami esensi dan tanggung jawab dari sebuah pernikahan agar generasi muda tidak terjebak dalam tren pernikahan dini yang penuh risiko.
Di hadapan puluhan siswa yang hadir, Kasubbag TU mengingatkan bahwa usia remaja merupakan momentum krusial yang menentukan arah masa depan. Oleh karena itu, fokus utama para pelajar seharusnya diarahkan pada pengembangan diri dan pendidikan.
"Remaja usia sekolah adalah fase emas untuk mengukir prestasi, bukan waktu yang tepat untuk terburu-buru membangun rumah tangga. Pernikahan itu butuh kematangan total—mulai dari fisik, mental, hingga finansial," tegas Edi Sungkowo.
Program BRUS ini digelar sebagai fondasi bagi para siswa agar mampu membentengi diri dari pergaulan bebas serta memahami dampak negatif pernikahan anak di bawah umur, baik dari sudut pandang kesehatan, psikologis, maupun sosial. Melalui bimbingan ini, Seksi Bimas Islam Kemenag Banyumas berkomitmen untuk terus menekan angka pernikahan dini di wilayah Kabupaten Banyumas.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para siswa SMP Negeri 7 Purwokerto dapat lebih bijak dalam merencanakan masa depan, mengutamakan wajib belajar 12 tahun, serta tumbuh menjadi generasi berencana yang berkualitas dan siap bersaing di era modern.
