Dakwah Muslimah Berhati Salimah, Penyuluh Ajibarang Ajak Perbaiki Ruhiyah
Oleh HUMAS
Banyumas - Bertempat di Gedung Aula TK IT Cita Mulia, Ajibarang Wetan, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Ajibarang, Muhammad Zainur Rakhman menjadi pembicara dalam Kajian Berhati Salimah yang diselenggarakan oleh Majelis Ta'lim Salimah, Ajibarang. Dalam kesempatan tersebut, Zainur menyampaikan satu tema penting, yang mengambil pelajaran dari surat an Najm ayat 32, "Falaa Tuzakku Anfusakum; Jangan Pernah Merasa Dirimu Suci." Minggu (19/10)
"Setiap muslim tidak boleh menghentikan langkahnya dengan mencukupkan berada di salah satu tangga kebenaran, hingga kemudian merasa sempurna atau suci, sehingga tidak perlu lagi belajar, atau melakukan instropeksi." ungkap Zainur dalam mengawali kajiannya.
Zainur menjelaskan bahwa orang yang merasa cukup dengan ilmunya akan selalu terjebak pada egoisme dan kefanatikan. "Orang yang ilmunya baru sejumput mengira bahwa air kobokan adalah samudera raya, dan mengira batang pohon pisang sebagai tiang-tiang langit. Orang yang berhenti pada satu tangga kebenaran, tidak tahu bahwa masih ada banyak tangga-tangga kebenaran di atasnya yang belum dia ketahui." Jelasnya sembari menyitir nasehat Prabu Angling Darma kepada Sudawirat.
Kajian yang berlangsung selama satu seperempat jam tersebut membahas apa yang menyebabkan seseorang merasa dirinya suci dan bagaimana cara mengatasinya. Zainur menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi pelanggaran dan dosa, lebih banyak yang tidak disadari, dan lebih banyak yang tidak disengaja. Hal tersebut menunjukkan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia, dan bahwa manusia harus selalu merasa dirinya butuh ampunan dari Tuhan. Anggapan bahwa diri sudah suci, sudah benar, akan menutup pintu perbaikan dan peningkatan kualitas Ruhani, yang pada hakikatnya merupakan sesuatu yang sangat penting. "Adakalanya seseorang yang bangun kesiangan lalu merasa dirinya hina dan rendah, jauh lebih baik daripada orang yang bangun malam melakukan sholat tahajud, lalu menjadikannya bangga diri (merasa shaleh). Ibadah itu bukan untuk kebanggaan, tetapi suatu kebutuhan dan keniscayaan sebagai hamba Tuhan."pungkas Zainur menyelesaikan ceramahnya.
Kajian Berhati Salimah ini merupakan kajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh kelompok pengajian Salimah yang pesertanya adalah ibu-ibu sekitar TK dan SD IT Cita Mulia, Ajibarang Wetan dan terbuka untuk semua golongan. (mzr/del)
