Dari Desain Flyer hingga Isu Sosial, Ujian Praktik Informatika Kelas IX Berlangsung Inovatif

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - Suasana di ruang Ujian Praktik Mata Pelajaran Informatika untuk siswa kelas 9 berlangsung dinamis dan penuh kreativitas. Hari ini bukan sekadar ujian biasa: para siswa diuji kemampuan teknis, kolaborasi, dan pemikiran kritis dalam menyelesaikan tugas kompleks yang relevan dengan tantangan digital masa kini. Penguji pada kegiatan ini adalah Ibni Ali Arifin, dan  Ikhsan Setiawan, dua pendidik yang berfokus pada penerapan keterampilan digital secara nyata. Kamis (05/02)

Tugas pertama yang diberikan kepada setiap peserta didik adalah pembuatan flyer kegiatan menggunakan aplikasi desain seperti Canva, Adobe Express, maupun perangkat lunak serupa. Flyer tersebut tidak hanya mencerminkan estetika visual tetapi juga kemampuan siswa dalam menyusun informasi secara jelas, efektif, dan menarik. Setelah selesai mendesain secara digital, seluruh kelompok mencetak hasil flyer mereka dan mempresentasikannya di hadapan penguji, menunjukkan keterampilan praktis dalam tahapan desain hingga produksi media cetak.

Selain tugas desain, ujian kali ini juga menantang siswa dalam aspek penulisan akademik. Kelompok-kelompok siswa diminta menyusun makalah kolaboratif bertema dampak negatif penggunaan HP berlebihan, bahaya pergaulan bebas, dan risiko judi online—isu-isu aktual yang tengah diperbincangkan di kalangan remaja dan masyarakat luas. Makalah ini menuntut siswa untuk meneliti, menganalisis, dan merumuskan argumentasi yang logis, bukan sekadar menyalin informasi.

Dalam makalah mereka, banyak kelompok menyoroti bagaimana penggunaan HP yang tidak terkontrol dapat mencederai konsentrasi belajar, memicu perilaku adiktif, serta mengurangi kemampuan bersosialisasi secara langsung—temuan yang paralel dengan hasil kajian dampak negatif gadget di pelajar pada umumnya. Mereka juga membahas bagaimana pergaulan bebas berpotensi membuka pintu pada keputusan yang kurang bijak, serta bagaimana judi online dapat merusak stabilitas keuangan dan mental remaja.

Penguji, Ibni Ali Arifin, dan Ikhsan Setiawan, memberikan apresiasi terhadap pendekatan kritis dan kreatif yang ditampilkan oleh para siswa dalam memadukan keterampilan teknologi dengan kesadaran sosial. Menurut penguji, tugas ini dirancang tidak hanya untuk mengukur kemampuan teknis, tetapi juga untuk mengasah kesadaran etis dan tanggung jawab digital sebagai generasi muda yang hidup di era teknologi informasi.

Kegiatan ujian praktik hari ini menjadi salah satu momen fenomenal dalam kurikulum Informatika kelas 9, karena para siswa tidak hanya ‘menjawab’ soal, tetapi terlibat langsung dalam proses kreatif dan reflektif yang menghubungkan teknologi dengan isu sosial nyata. Ujian ini diharapkan menjadi cermin kesiapan siswa menghadapi tantangan digital di masa depan—dengan keterampilan yang kuat, etika yang baik, dan kesadaran akan dampak teknologi dalam kehidupan sehari-hari.(HumasMTsN3)