Dari KUA , Kyai Muda Ini Tebar Kebaikan ke Semua Kalangan
Banyumas - Ditengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat, sosok-sosok yang mampu membawa perubahan positif sangatlah dibutuhkan. Salah satunya adalah Bapak Miftahudin, seorang Penyuluh Agama Islam di KUA Kemranjen, yang dikenal sebagai kyai muda yang penuh semangat dan kharisma. Ketulusan dan dedikasinya dalam menyebarkan nilai-nilai dakwah telah menjadikannya panutan bagi banyak orang di Grujugan Kemranjen, Banyumas. Rabu (10/12)
Kyai Miftahudin memiliki kepribadian yang unik dan menarik. Sebagai seorang kyai muda, ia tidak hanya dikenal karena wawasan ilmiah yang mendalam, tetapi juga karena pendekatan humorisnya yang membuat dakwah terasa lebih ringan dan mudah dicerna oleh semua kalangan. Kemampuannya untuk bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak jalanan, menunjukkan betapa luasnya cinta dan kepeduliannya terhadap sesama.
Kegiatan Kyai Miftahudin di KUA Kemranjen bukan hanya sebatas memberikan pengajaran agama. Ia aktif merangkul semua lapisan masyarakat, menciptakan ruang bagi siapa saja untuk belajar dan berbagi ilmu. Diantara aktivitas yang paling berarti adalah majelis ilmu yang ia dirikan, yang khusus membahas berbagai aspek kehidupan, serta memberikan perhatian yang lebih kepada komunitas anak jalanan. Dengan cara ini, ia tidak hanya mendidik mereka secara spiritual tetapi juga memberi mereka harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Sikap rendah hati Miftahudin menjadi daya tarik tersendiri. Ia selalu terbuka untuk diskusi, memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menyampaikan pendapat dan ide-ide mereka. Hal ini menciptakan atmosfer yang kondusif di KUA Kemranjen, di mana setiap orang merasa dihargai dan didengarkan. Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, menyatakan, “Kami bersyukur bersama beliau berjuang di KUA Kemranjen.” Pernyataan ini menggambarkan betapa besar kontribusi Miftahudin dalam memperjuangkan misi KUA Kemranjen untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Miftahudin adalah contoh nyata dari sosok kyai muda yang tidak hanya mengerti tentang agama, tetapi juga memahami pentingnya berinteraksi dan merangkul semua kalangan. Kebaikan yang ia tebarkan tidak hanya berdampak pada individu yang ia ajar, tetapi juga menciptakan semangat saling peduli di lingkungan sekitar. Melalui ketekunan dan dedikasi, Miftahudin telah berhasil menunjukkan bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang merangkul dan mencintai semua orang, termasuk mereka yang sering terpinggirkan seperti anak jalanan. Semoga semangat dan dedikasi beliau terus menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan. (az)
