Duet Maut KUA: Dari Nasihat Hukum Hingga Edukasi Sosial Komunitas
Banyumas - Dalam konteks keagamaan dan sosial, kolaborasi antara Galih, penghulu, dan Miftahudin, penyuluh agama, di KUA Kemranjen menjadi sebuah sinergi yang krusial. Kerja sama ini tidak hanya memperkuat fondasi keluarga sakinah, tetapi juga membantu umat dalam mencapai moderasi beragama yang lebih baik. Rabu (25/02)
Penghulu, dengan fokus pada legalitas pernikahan dan nasihat, bertanggung jawab memastikan bahwa setiap pasangan yang menikah memahami hak dan kewajiban mereka. Sementara itu, penyuluh agama berperan penting dalam memberikan edukasi keagamaan yang berkelanjutan. Melalui dialog terbuka dan konseling, mereka tak hanya membimbing individu, tetapi juga seluruh komunitas.
Selain itu, kombinasi upaya keduanya turut serta dalam pencegahan isu-isu serius seperti stunting dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dengan memadukan pengetahuan hukum dari penghulu dan konteks sosial dari penyuluh, mereka dapat menciptakan program-program yang berdampak dan bergerak untuk mencapai lingkungan yang lebih aman dan sejahtera.
Melalui kolaborasi ini, masyarakat di KUA Kemranjen merasakan dampak positif yang signifikan. Apresiasi terhadap kerja bersama ini menunjukkan bahwa ketika berbagai pihak berkolaborasi dengan tujuan yang sama, hasil yang dicapai tidak hanya menyentuh aspek legalitas semata, tetapi juga menjangkau dimensi spiritual dan sosial yang vital bagi kehidupan berkeluarga. (glh)
