Dukung Sekolah Nasional Terintegrasi, Kabid PAI Kanwil Kemenag Jateng Pimpin Seleksi Wawancara Calon TPP PAI di Banyumas
Oleh HUMAS
Banyumas – Kementerian Agama (Kemenag) RI menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan seleksi tes wawancara bagi Calon Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) wilayah Kabupaten Banyumas. Sabtu (01/08/2026).
Kegiatan seleksi yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Aini Sa’adah. Dalam menjalankan seleksi tersebut, Kabid PAI didampingi oleh Ketua Tim Pengembang Teknologi Pembelajaran, Karina, serta perwakilan FKUB Wilayah Jawa Tengah, Zaimatul Chasanah.
Pelaksanaan wawancara diikuti oleh 4 (empat) Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) terbaik dari Kabupaten Banyumas. Turut menyaksikan secara langsung proses seleksi ini, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, didampingi Kasi PAI Naufal Iskandar, beserta jajaran staf.
Program SNT ini merupakan amanat langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan pembangunan SNT di 37 lokasi di seluruh Indonesia.
Dari total tersebut, sebanyak 17 lokasi ditargetkan siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, sementara 20 lokasi lainnya masuk ke dalam tahap pembangunan tahun ini—salah satunya berlokasi di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.
Dengan dilaksanakannya seleksi ketat bagi calon pendamping pembelajaran ini, Kementerian Agama berharap kehadiran SNT di Banyumas dapat memberikan layanan pendidikan berkualitas tinggi.
"Melalui program ini, kita berharap dapat mengoptimalkan potensi, minat, bakat, karakter, hingga talenta murid di Kabupaten Banyumas. SNT diharapkan menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya, demi mewujudkan generasi unggul berkarakter menuju Indonesia Emas 2045," tegas jajaran pimpinan dalam kegiatan tersebut.
