FKPAI Rapat Koordinasi Di Pinggir Kali

Oleh KUA baturraden
SHARE

Rabu, 8 Desember 2021 - Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Baturraden melakukan rapat koordinasi di "pinggir kali". Dihadiri oleh Bapak Muson, S.H.I., Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baturraden, Bu Alfiatun, S.H.I., Penyuluh Agama Islam Fungsional, serta para Penyuluh Agama Islam Non PNS, rapat dimulai pukul 10.00 tadi. Rapat koordinasi dengan agenda evaluasi dan perumusan program kerja ini diawali sambutan dari Ketua FKPAI, Asror, S.H.I., yang mengatakan bahwa kita penyuluh harus solid dan kompak. Di samping ada tugas mandiri, kita perlu menyelenggarakan program unggulan FKPAI yang dilakukan dalam satu kesatuan, tim.

Kemudian, Bapak Muson, S.H.I. selaku Kepala KUA juga mengevaluasi dan memberikan arahan kepada FKPAI. "FKPAI Kecamatan Baturraden tahun ini saya berikan nilai Baik. Hal ini mempertimbangkan kinerja Bapak Ibu semuanya yang memang baik dan tetap ada kekurangan. Tetapi sejauh ini sudah baik," kata beliau sambil memberikan tepuk tangan dan disusul semua yang hadir.

"Saat ini sudah ada Elektronik Penyuluh Agama atau EPA yang menjadi media pelaporan kinerja penyuluh. Jadi saya mohon hal ini diperhatikan, segera mendaftarkan diri. Dipelajari, sehingga nanti pada saat regulasi sudah berlaku, kita tidak mengalami kesulitan," imbuhnya.

Memang, salah satu agenda rapat koordinasi ini juga untuk mempelajari bersama dan mendaftarkan diri ke EPA tersebut. Dilaksanakan secara bersama supaya ketika ada kendala bisa saling membantu menyelesaikan. Seperti ukuran file yang terlalu besar sehingga perlu dibantu menyesuaikan ukurannya, kolom data yang belum paham, atau kualitas sinyal seluler yang minim. Namun hal ini bisa langsung diselesaikan bersama.

Setelah pembinaan, evaluasi, dan arahan dari kepala KUA, Bu Alfiatun, S.H.I. juga memberikan pengarahan kepada para penyuluh yang beberapa poin di antaranya merupakan hasil monitoring dan evaluasi penyuluh oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan arahan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Beberapa hal di antaranya adalah mentalitas penyuluh yang harus kuat dan semangat, serta giat men-syiar-kan nama Penyuluh Agama Islam.
"Jadi kita itu harus semangat. Nasib kita sedang diusulkan kepada atasan supaya menjadi lebih baik. Entah nanti menjadi PNS, PPPK, atau tetap Non PNS, " katanya sambil tertawa dengan maksud mengubah suasana agar tetap ceria. 
 "Selain itu," lanjutnya, "kita penyuluh perlu menguatkan data keagamaan kita. Jadi selalu update dan ready di gadget kita. Supaya sewaktu-waktu dibutuhkan, hanya tinggal membuka saja."
"Terakhir, jika ada tugas dari atasan mohon segera dilaksanakan. Dan jika sudah, maka harus melaporkan hasilnya kepada yang memberikan tugas", pungkasnya.

Rapat pun diskors karena menikmati hidangan yang sudah siap. Kemudian dilanjut lagi dengan laporan keuangan dari Bendahara, lalu perumusan program kerja FKPAI Kecamatan Baturraden tahun 2022. (mas fath)