KUA Laksanakan Bimwin Mandiri, Wujudkan Catin Siap Bangun Keluarga Sakinah
Oleh KUA pekuncen
Pekuncen — Kantor Urusan Agama (KUA) Pekuncen kembali menunjukkan komitmennya dalam membina calon pasangan suami istri melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para calon pengantin yang hadir untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan rumah tangga. Selasa (21/04)
Bimbingan perkawinan ini dipandu langsung oleh Sudiro selaku Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan kepada calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Dalam penyampaiannya, Sudiro menekankan bahwa pernikahan bukan hanya sekadar ikatan lahiriah, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa kesiapan mental, spiritual, serta kemampuan komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan rumah tangga.
“Pernikahan adalah awal dari perjalanan panjang kehidupan berumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan yang matang, tidak hanya secara materi tetapi juga secara emosional dan spiritual,” ujar Sudiro dalam materinya.
Lebih lanjut, materi yang disampaikan dalam Bimwin Mandiri ini meliputi hak dan kewajiban suami istri, pentingnya komunikasi dalam keluarga, pengelolaan konflik rumah tangga, serta perencanaan kehidupan keluarga ke depan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya terkait berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi dalam kehidupan berumah tangga.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana para calon pengantin tampak aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka menyadari pentingnya bimbingan ini sebagai bekal awal dalam mengarungi kehidupan rumah tangga yang penuh tantangan.
Kegiatan Bimwin Mandiri ini juga menjadi salah satu upaya KUA Pekuncen dalam menekan angka perceraian serta meningkatkan kualitas keluarga di masyarakat. Dengan adanya pembekalan sejak awal, diharapkan setiap pasangan mampu menghadapi berbagai dinamika rumah tangga dengan bijak dan penuh tanggung jawab.
Di akhir kegiatan, Sudiro berharap agar para calon pengantin dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KUA Pekuncen terus berperan aktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
