Gemericik Rintik Sisa Hujan Iringi Kekhidmatan Taklim di Mushola Kedung Santen

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh – Suasana syahdu menyelimuti Mushola Kedung Santen, Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh, saat Majelis Ta’lim (MT) Padhang Ati Eling Kubur kembali menggelar rutinitas spiritualnya. Di bawah iringan rintik sisa air hujan yang membawa kesejukan, para jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat akan makna mendalam. Rabu (15/04)

Kegiatan ini dikoordinatori langsung oleh Laeli Najihah, yang juga merupakan penyuluh agama Islam dari KUA Sumpiuh. Kehadirannya tidak hanya sebagai penggerak, tetapi juga sebagai pembimbing yang memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan tertib dan bermakna.

Acara diawali dengan penyampaian Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang mengetengahkan tema krusial: “Pentingnya Kehalalan dalam Rezeki Kita.” Dalam paparannya, ditekankan bahwa rezeki yang halal bukan sekadar tentang jumlah, melainkan tentang ketenangan batin dan keberkahan yang akan mengalir dalam keluarga. Kehalalan menjadi syarat mutlak agar doa-doa kita menembus langit dan ibadah kita diterima oleh Sang Pencipta.

Setelah siraman rohani, suasana semakin larut dalam kekhusyukan saat memasuki sesi:

  • Mujahadah: Menjadi sarana berserah diri dan memohon ampunan.

  • Pembacaan Kalimat Thoyyibah: Gema dzikir yang menggetarkan hati, mengingatkan jamaah akan keagungan Allah SWT.

  • Asmaul Husna: Sebagai penutup yang manis, pembacaan 99 nama indah Allah melantun syahdu, bersahutan dengan suara alam di luar mushola.

Meskipun cuaca di luar masih menyisakan sisa air hujan, semangat para jamaah MT. Padhang Ati Eling Kubur tidak surut. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi warga Selandaka bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, menjaga hati tetap "padhang" (terang) dan selalu "eling" (ingat) akan bekal di akhirat adalah kunci keselamatan.

"Rezeki yang halal adalah lentera bagi hati, dan dzikir adalah penenang bagi jiwa yang rindu akan Tuhannya."