Meneladani Kartini Melalui Lensa Weda: Perempuan Adalah Shakti, Sumber Kekuatan Generasi Bangsa
Oleh HUMAS
Banyumas – Bertempat di Pura Pedaleman Giri Kendeng, ibu-ibu Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Banyumas menggelar pertemuan rutin dan arisan bulanan pada Selasa Pon pukul 14.00 WIB. Pertemuan kali ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan peringatan hari lahir R.A. Kartini, pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi wanita. Sebagai bentuk penghormatan dan semangat melanjutkan perjuangan beliau, seluruh anggota serentak mengenakan pakaian adat Nusantara. Selasa (22/04)
Dalam sambutannya, Ketua WHDI, Sinem, memaparkan kisah perjalanan hidup R.A. Kartini dari awal hingga akhir hayatnya. Penjelasan tersebut berhasil menggugah semangat dan menciptakan suasana hangat di tengah para anggota yang hadir. Beliau menekankan bahwa semangat Kartini harus tetap hidup dalam sanubari setiap wanita Hindu di Banyumas.
Hadir memberikan pendampingan dan penyuluhan, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Banyumas, Issa, mengajak umat untuk menghidupi Dharma Perempuan Hindu sesuai kitab suci Weda. Ia menegaskan bahwa perjuangan Kartini agar perempuan berpendidikan dan bermartabat sangat sejalan dengan ajaran Hindu yang memuliakan posisi wanita.
Dalam penyuluhannya, Issa mengutip beberapa poin penting terkait kedudukan perempuan:
- Wanita sebagai Sumber Kekuatan: Sesuai Reg Weda X.159, wanita adalah Shakti bagi keluarga yang melahirkan generasi kuat, cerdas, dan berkarakter.
- Perempuan Hendaknya Terpelajar: Sejalan dengan semangat Kartini yang haus ilmu, Weda menyatakan bahwa ibu yang ber-Widya (berilmu) akan mampu mendidik anak-anaknya sesuai ajaran Dharma.
- Menjalankan Swadharma: Perjuangan Kartini menuntut hak belajar bukanlah untuk melawan kodrat, melainkan agar perempuan dapat menjalankan Swadharma (kewajiban suci) sebagai anak, istri, ibu, dan warga masyarakat dengan lebih baik.
Sebagai penutup, Issa menyampaikan pesan menyentuh bahwa setiap ibu tidak perlu menjadi pahlawan nasional untuk meneruskan jejak Kartini. Cukup dengan menjadi sosok ibu yang terus belajar, mendidik anak dengan nilai agama, serta mengelola keluarga dengan arif, seorang wanita telah menjadi Kartini bagi rumah tangganya.
Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi wanita Hindu untuk memperkokoh peran sebagai ibu yang cerdas secara spiritual, kuat secara mental, dan berdaya guna sesuai dengan tuntunan kitab suci Weda.
