Gencarkan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran
Purwokerto – Upaya berkelanjutan dalam memberantas buta huruf Al-Qur'an terus digencarkan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwokerto Timur, Yayuk Septimawati. Kali ini, kegiatan penyuluhan yang menyasar ibu-ibu lanjut usia dilaksanakan di Majelis Taklim An Nur Hopan, Kelurahan Sokanegara. Senin (08/12)
Program ini mengusung metode "jemput bola", dimana Penyuluh Agama Islam, Yayuk Septimawati, secara proaktif mendatangi majelis taklim dan rumah-rumah warga secara bergantian sebagai tempat belajar untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) langsung.
Yayuk mengatakan, "Kegiatan penyuluhan dimulai tepat pukul 13.00 WIB dalam suasana yang khidmat. Acara diawali dengan pembacaan Ayat Kursi secara bersama-sama, dilanjutkan dengan sesi tadarus Al-Qur'an yang dibimbing langsung oleh kami Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur," terangnya.
Lebih lanjut Yayuk menambahkan, "Peserta diajak untuk memperbaiki bacaan dan mengenal hukum tajwid dasar. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan berakhir pada pukul 14.30 WIB."
Herlinah, selaku tuan rumah dan salah satu anggota Majelis Taklim An Nur Hopan, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya atas kehadiran PAI.
"Saya merasa sangat bahagia, karena di usia yang sudah menua dan kondisi fisik yang lemah, saya masih bisa belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan semangat," ungkapnya.
"Program 'jemput bola' ini sangat membantu, karena ia tidak perlu berjalan jauh untuk menghadiri pengajian. Kehadiran mba Yayuk secara langsung di majelis kami menjadi motivasi besar bagi ibu-ibu lanjut usia lainnya untuk tetap semangat dalam mempelajari kitab suci Al Qur'an," pungkas Herlinah.
Kegiatan Bimluh penyuluh agama Islam Purwokerto Timur ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam memperluas jangkauan dakwah, khususnya bagi masyarakat yang terkendala akses atau kondisi fisik, demi mewujudkan masyarakat Purwokerto Timur yang Qur'ani. (yud/yyk)
