Gerakan Santri Menulis Di Ponpes Miftakhul Huda Rawalo
Oleh HUMAS
Rawalo : Road Show Gerakan Santri Menulis (GSM) tahun 2022 tiba di Banyumas , bertempat di Aula Pondok Pesantren Miftakhul Huda Pesawahan Rawalo setidaknya ratusan santri mengikuti kegiatan tersebut. Hadir dalam kegiatan GSM Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Aziz Muslim, pengasuh PP Miftakhul Huda Kyai Khanan Masykur didampingi pengurus,Wapemred Suara Merdeka H.Triyanto Triwikromo
Menurut Kakan Kemenag Banyumas Aziz , gerakan menulis bagi santri ini, sangat bagus mengasah talent menulis santri dan menumbuhkan semangat dunia literasi juga untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara menulis yang baik dan bisa mengembangkan diri dalam dunia jurnalistik, sehingga wawasan santri akan berkembang serta menambah nilai lebih.
“ Terima kasih kepada Suara Merdeka yang telah membuat program Gerakan Santri Menulis ini . Dari total 17 kabupaten kota se provinsi Jawa Tengah sala satunya di Banyumas, untuk Kabupaten Banyumas hanya Pondok Pesantren Miftakhul Huda Pesawahan Rawalo yang mendapatkan kesempatan ini.” Tutur Aziz
“ Melalui menulis potensi daya pikir santri bisa lebih meningkat dan kreatif karena akan selalu mencari tahu dan dituntut untuk membaca tentang peristiwa dan kejadian sehingga wawasan dan ilmu santri pasti akan berkembang baik. Yang paling utama adalah kemauan untuk belajar serta menulis, berlatih berlatih dan berlatih terus.”
“ Harapan kami kegiatan ini dapat membawa semangat baru bagi santri santri di Pondok Pesantren Miftakhul Huda Pesawahan Rawalo untuk menulis, paling tidak dapat diupload ke website dan media sosial pondok atau media sosial mereka sendiri.” terangnya .
Ditempat yang sama pengsuh Pondok Pesantren Miftakhul Huda Pesawahan Rawalo Kyai Khanan Masykur mengucapkan terimakasih kepada Kakan Kemenag Banyumas dan Suara Merdeka yang telah memilih Pondok Pesantren Miftakhul Huda sebagai lokasi pelatihan.
” Kami sangat mendukung dengan adanya kegiatan Gerakan Santri Menulis yang beberapa tahun belakangan ini telah berjalan, dengan memiliki kemampuan menulis menjadi hal penting bagi seorang santri, selain sebagai bentuk ekspresi dengan sebuah tulisan, menulis juga dapat digunakan sebagai syiar agama Islam ” tegasnya. (yud)
