Guru MAN 3 Banyumas Peduli Bencana Banjir di Wilayah Sumpiuh

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Banyumas: Hujan deras beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Sumpiuh dan sekitarnya telah mengakibatkan bencana banjir di beberapa wilayah sejak Selasa (15/3). Banjir sempat surut di beberapa wilayah pada Rabu (16/3), namun kembali membesar. Wilayah yang terkena banjir adalah Nusapule, Nusadadi, Nusabaya (Selandaka), Kemiri, Karanggedang, Pandak, Kuntili, dan Kradenan. Wilayah terparah adalah Nusadadi yang menjadi wilayah terisolasi akibat banjir yang menggenangi wilayah tersebut dan sekitarnya. Jika mau ke Nusadadi harus menggunakan perahu karena wilayah tersebut terkepung air dengan debit air yang tinggi.

Melihat kondisi tersebut, guru MAN 3 Banyumas yang berdomisili di wilayah Sumpiuh pun terketuk hatinya untuk ikut berperan serta membantu masyarakat yang terdampak banjir. Kebetulan telah dibuka Dapur Umum di komplek Kecamatan Sumpiuh. Oleh karena itu, guru MAN 3 Banyumas turut serta memberikan bantuan tenaga di Dapur Umum tersebut bersama dengan berbagai elemen masyarakat, antara lain PKK Desa Selandaka, Karanggedang, Kemiri, ‘Aisyiyah Sumpiuh, MDMC, Tagana, SAR, BPBD Kabupaten Banyumas, LLHPB ‘Aisyiyah Kabupaten Banyumas, dan lain-lain.

Setiap hari Dapur Umum Kecamatan Sumpiuh menyiapkan nasi bungkus untuk makan pagi dan makan malam bagi warga terdampak banjir. Asih Suyatni, guru Mantibas yang sudah dua hari ikut membantu di dapur umum merasa prihatin dengan kondisi warga terdapmak banjir yang tidak sempat memasak. Oleh karena itu, Asih bergabung di dapur umum membantu menyiapkan nasi bungkus. Setiap pagi, pembungkusan sudah dimulai sejak sekitar pukul 05.00. Petugas yang memasak nasi, sayur, dan lauk berasal dari Tagana, BPBD Kabupaten Banyumas, MDMC, dan ‘Aisyiyah Sumpiuh. Asih bersama puluhan ibu-ibu dari berbagai kalangan masyarakat membantu membungkusi sayuran dan nasi. Pagi hari ini, Jumat (18/3) berhasil mendistribusikan lebih dari 1000 nasi bungkus ke wilayah terdampak banjir, yaitu Nusadadi, Nusabaya Selandaka, Karanggedang, Kemiri, dan Kuntili. Jatah terbanyak untuk Desa Nusadadi yang memang terparah terdampak banjir.

Siti Maesaroh,S.H.I, guru Mantibas yang juga terlibat pada kegiatan sosial ini, bersama Muslimat NU Sumpiuh, terjun langsung ke lokasi, mengantarkan bantuan paket sembako. Maesaroh berharap dapat sedikit mengurangi beban mereka yang terdampak banjir ini. Paket sembako yang dibagikan berupa beras, gula, kopi dan teh.

Drs. Ahmad Suryanto, M.Si, selaku Camat Sumpiuh berharap agar banjir segera surut karena prihatin dengan kondisi warganya. Ahmad Suryanto pun terjun langsung ke daerah bencana, khususnya ke Nusadadi, sembari membawa nasi bungkus untuk makan pagi warganya pagi tadi (18/3). Ahmad Suryanto dengan petugas dari Tagana, MDMC, dan BPBD juga mengevakuasi beberapa orang warga Nusadadi ke kantor Kecamatan Sumpiuh karena kondisi rumah mereka yang sudah tidak mungkin lagi ditinggali dan karena ada warga yang sakit juga.