Guru MTs Negeri 1 Banyumas Mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan

Oleh MTSN 1 Banyumas
SHARE

Purwokerto : Kepala MTs Negeri 1 Banyumas Sudir, membuka acara Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan bekerjasama dengan Penerbit Erlangga, di ikuti oleh seluruh dewan guru dan bertempat di Aula MTs Negeri 1 Banyumas, Selasa (14/12)

Sebagai narasumber adalah Dr.Sudayat M.Pd dari penerbit Erlangga, yang menyampaikan materi tentang penilaian berbasis HOTS.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas guru dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah sehingga mampu mencetak peserta didik yang handal dan bermutu. Hal ini selaras dengan apa yang diharapkan oleh Kepala Madasah untuk mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi " Mari kita jadikan Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, agar madrasah kita menjadi semakin maju, berkualitas, mampu mencetak siswa yang berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik".

Dr.Sudayat M.Pd. selaku narasumber mengawali materi dengan membuka wawasan para peserta Workshop akan pentingnya komponen penilaian dalam sebuah pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa penilaian tidak boleh hanya bersifat konseptual namun juga harus bersifat kontekstual agar siswa mampu menganalisis dan mampu mengembangkan kemampuan intelektualnya. " Mari kita buat penilaian yang tidak hanya bersifat konseptual namun mari kita bawa peserta didik kita menuju pemahaman kontekstual yang bisa di praktikan dalam kehidupan nyata".

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan soal HOTS dan presentasi dari perwakilan peserta workshop.

Wiwit Ngudiono selaku peserta merasa sangat senang dengan adanya workshop ini, menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para guru dalam proses pembelajaran "Kegiatan peningkatan Mutu Pendidikan bagi guru khususnya guru di MTs N 1 Banyumas sangat bermanfaat ke depan. Guru yang tadinya belum mengetahui secara pasti  bentuk atau format soal HOTS dengan kegiatan Workshop ini menjadi terbuka wawasannya. Di samping itu,  guru juga merasa tertantang untuk berpikir keras, dan beranalisa dengan KD yang ada untuk dijadikan sebuah soal HOTS. Kegiatan ini juga dibimbing oleh pakar  yang ahli dalam bidangnya sehingga penyampaian materinya mudah diserap dengan baik" tuturNya. (TRM).